Warga Kartasura akan mengelar Sadranan Padusan Ati Bersama KH.Ahmad Muwafiq

Nasional139 views

 

Kartasura – Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan warga Kartasura akan mengadakan acara tahunan yaitu tradisi sadranan di petilasan Keraton Kartasura yaitu pada hari Sabtu tanggal 02 Maret 2024.bersama KH. Ahmad Muwafiq S.Ag dari Yogyakarta.

Menurut Gus Nuril Huda ketua panitia acara mengatakan

” Sadranan pada dasarnya adalah rangkaian kegiatan yang di laksanakan di bulan Sya’ban atau ruwah menurut orang Jawa terdiri dari besik /bersih – bersih makam .
Doa bersama mendoakan leluhur dan kembul bujono atau makan bersama dari sodaqohan warga.ada juga di lengkapi dengan prosesi kirab budaya dan kegiatan lainnya.pada tahun ini rangkaian itu tetep berjalan dan di kepanitiaan ini fokus di kegiatan penutup dengan kirim doa dan pengajian Akbar oleh Gus Muwafiq.

Kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan diantaranya :

1. Nguri uri budaya leluhur sesuai dengan kaidah fiqih “almuhafadhotu ‘ala qodimissholeh wal akhdu bijadidil ashlah” menjaga tradisi yg baik dan menerima hal yg baru dan baik.

2. Bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, kita lahir dan bisa seperti sekarang karena Allah SWT melalui orang tua n pendahulu2.

3. Mendoakan orang tua dan para leluhur yg telah mendahului, salah satu tanda anak yg berbakti adalah senantiasa mendoakan orang tua dan pendahulunya

4. Sarana silaturahmi dan rekonsiliasi hati, karena setelah sekian bulan kita melalui tahapan pemilu dimana kita menghadapi situasi beda pilihan.

5. Membersihkan hati menyongsong bulan suci, padusan byasanya disik atau jasad yg dibersihkan, namung kita pingin hatipun juga bersih sehingga memasuki bulan Romadhon bisa khusyuk beribadah, tak ada penyakit2 hati yg mengotori.

Segenap Panitia sudah dari beberapa bulan berikhtiar untuk kesuksesan acara ini, kekompakan, soliditas n solidaritas menjadi kunci keberhasilan. Jumlah pengunjung kita tidak mentarget tapi kalau dilihat dari rata rata kehadiran jama’ah setiap Pengajian Gus Muwafiq sangat banyak ribuan./tutur Gus Nuril Huda.

Di kesempatan yang sama Sesepuh dan Pemerhati budaya Kartasura KRT.Djuyamto Hadi Sasmito SH.MH. juga mengatakan bahwa event Sadranan yg dipusatkan di lingkungan petilasan Kartasura mengandung tiga dimensi yaitu dimensi religius, dimensi adat/ budaya dan dimensi ekonomi kerakyatan.

Dimensi religius karena sadranan dimaksudkan sebagai rangkaian kegiatan untuk merawat makam para leluhur ( besik makam ) sekaligus sebagai pengingat bahwa semua kelak akan menghadapi kematian.
Dimensi adat/budaya, karena kegiatan sadranan merupakan hasil akulturasi adat dan ajaran Islam dalam persiapan2 rohaniah menghadapi atau menyambut bulan Ramadlan, harus bersih2 lahir batin.

Dimensi ekonomi kerakyatan, karena event sadranan diharapkan mampu menjadi penggerak atau potensi ekonomi kerakyatan ( UMKM ).

Melalui event sadranan yang rutin diselenggarakan tiap tahun di bulan Sya’ban atau Ruwah sekaligus juga menjadi sarana seluruh warga Kartasura khususnya untuk nguri-uri atau merawat keberadaan situs/petilasan Kraton Kartasura.

Berita Lainnya