TMMD ke-113 Hadirkan Asa Bagi Desa Terpencil di Ponorogo

Ponorogo – koranprogresif.co.id – Terpencil, mungkin kata itulah yang langsung tersirat saat kita singgah di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.

Butuh waktu lebih dari 2 jam dari pusat kota Ponorogo untuk dapat tiba di Desa yang berada di dataran tinggi dan terdapat banyak perkebunan pinus itu.

Sebagai desa pinggiran yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Trenggalek, Desa Cepoko cukup tertinggal dari segi infrastrukturnya.

Dilatarbelakangi hal itulah, kini melalui TMMD ke-113 Ponorogo, para prajurit TNI berupaya dan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Tak hanya satu, berbagai pembangunan infrastruktur dilakukan dalam gelaran TMMD ke-113 di Bumi Reyog itu.

“Dalam TMMD ke-113 Ponorogo ada beberapa pembangunan infrastruktur, meliputi pembangunan jembatan, peningkatan kondisi jalan sepanjang 867 meter, rabat jalan di 2 lokasi berbeda sepanjang 1,3 kilometer, pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta pembangunan tempat wudhu dan toilet di tempat ibadah,” terang Kapenrem 081/DSJ, Mayor Arm Nurwahyu Sujatmiko dalam rilis tertulisnya, Senin (16/5/2022).

Memasuki hari ke-7 setalah resmi dibuka oleh Wabup Ponorogo, Lisdyarita. Kini berbagai sasaran itu terus dikebut agar dapat selesai sesuai target dan tepat waktu.

“Saat ini para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-113 Ponorogo bersama masyarakat terus bergotong-royong dalam pengerjaannya,” ujarnya.

Kehadiran TMMD ke-113 telah memberikan asa bagi masyarakat Desa Cepoko di Ponorogo untuk mempunyai kondisi infrastruktur yang lebih layak. (Red).

Berita Lainnya