Sambangi Anak Pembacok Guru di Rutan, Ketua PGSI Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi

Nusantara192 views

Demak – koranprogresif.co.id – Ketua DPD PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak, Noor Salim, didampingi Wakil ketua bidang pendidikan non formal, Puji Wahyuni, Tenaga Ahli, Asyiq Abdurrahman serta Bendahara, Asmah, melakukan kunjungan ke Rutan Demak, Selasa (16/4/2024).

Kehadiran rombongan PGSI, disambut langsung oleh Kepala Rutan, Heru Mujiono dan Kasubsi pelayanan tahanan, Fajar, didepan pintu Rutan, diawali pengambilan foto sesuai SOP kunjungan Rutan.

Kepada awak media, Noor Salim menjelaskan bahwa, anak yang berhadapan dengan hukum sebagai pelaku tindak pidana, tetap berhak mendapatkan pendidikan, tidak terkecuali dengan MAR.

“Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan, tak terkecuali dengan anak yang berkonflik dengan hukum,” jelas pria yang baru saja mendapat penghargaan tingkat Nasional hingga ASEAN.

“Ya, PGSI dan organisasi profesi guru lainnya, memastikan dan menawarkan keberlanjutan pendidikan bagi MAR, yaitu kejar paket C, atau fasilitas pendidikan yang nantinya disediakan oleh LPKA di Kutoarjo,” terang Salim.

Namun demikian pastinya, diperlukan asesmen dan pengambilan keputusan yang tepat bagi MAR, apakah dia memilih di PKBM atau mengikuti fasilitas pendidikan yang tersedia di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), pungkasnya.

Sementara itu, Lepala Rutan Demak, Heru Mujiono, dalam bincang dengan tim PGSI menyampaikan bahwa, saat ini rutan Demak telah melakukan dua gerakan peningkatan kinerja yaitu: tertib waktu dan tertib administrasi.

“Alhamdulillah, semenjak mendapatkan tugas sebagai ka.rutan, saya dan teman teman sepakat melakukan peningkatan kinerja berupa tertib waktu dan tertib administrasi guna memberikan layanan prima,” tutur HeMu, panggilan akrabnya.

Terkait hak pendidikan anak, HeMu menyampaikan, Insya Allah layanan pendidikan, hingga ibadah terpenuhi secara baik.

“Insya Allah, hak dasar pendidikan ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum) di Rutan Demak, terlayani dengan baik, hal itu berdasarkan pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 serta dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Pada Pasal 3 ditegaskan bahwa setiap anak yang berkonflik dengan hukum dalam proses peradilan pidana berhak memperoleh pendidikan,” jelasnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya bahwa, MAR melakukan pembacokan terhadap guru di MA Yasua Pilangwetan Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa tengah pada September 2023 lalu.

Dalam proses pengadilan, MAR divonis hukuman penjara selama 2,6 tahun dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Demak dalam sidang putusan, Rabu (1/11/2023).

Atas vonis tersebut, MAR melalui pengacara hukumnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah hingga kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Adapun upaya Kasasi MAR, divonis 2 tahun, lebih ringan 6 bulan dari PN Demak. Posisi MAR hingga saat ini masih di Rutan Demak, menunggu proses dipindahkan oleh Kejaksaan Negeri Demak, ke LPKA Kutoarjo, Jawa Tengah. (Red).

Berita Lainnya