Peran Herbal Dalam Mencegah dan Mengatasi Kanker Bersama Promkes RSUD Kapuas

Nusantara108 views

Kuala Kapuas – koranprogresif.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 91,4 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, yang mana pada kesempatan kali ini memberikan informasi dan edukasi kesehatan dari narasumber yakni, dr. Erny Indrawati, selaku Ketua Pokja Komunikasi dan Edukasi (KE) didampingi, Popo Subroto, SKM, M.I.Kom, selaku Koordinator Unit Promkes RSUD Kapuas, serta bersama Davit, Mahasiswa Magang Fakultas Ilmu Komunikasi UNISKA Banjarmasin, mengulas tentang Peran Herbal Dalam Mencegah dan Mengatasi Kanker Bersama Promkes RSUD Kapuas, Kamis (19/2/2024).

Erny yang bertugas sebagai Dokter Umum Madya dan juga sebagai Dokter Penanggung Jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, menjelaskan bahwa Penyakit kanker merupakan penyakit yang ditakuti oleh manusia, karena orang yang dinyatakan menderita kanker identik dengan kematian.

Kanker adalah penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel yang abnormal dan tak terkendali. Akibat dari pertumbuhan sel tersebut akan terbentuk tumor (benjolan yang tidak normal). Jadi semua benjolan yang tidak normal di sebut TUMOR. Tumor ada 2 jenis yaitu, tumor jinak dan tumor ganas yang disebut kanker. Perbedaan Tumor Jinak dan Tumor Ganas, antara lain Tumor jinak bila dilakukan pemeriksaan sel secara mikroskopis tidak ditemukan sel-sel ganas. Tumor ganas bila dilakukan pemeriksaan sel secara mikroskopis maka akan ditemukan sel-sel ganas.

“Pada dasarnya semua sel dalam tubuh pasti akan mengalami pertumbuhan mengganti sel-sel yang rusak. Tetapi bila terjadi mutasi gen dalam sel saat sel mengalami pembelahan maka sel tersebut dapat mengalami perubahan dalam pertumbuhannya. Proses ini dapat berlangsung bertahun-tahun bisa tanpa ada gejala. Gejala timbul setelah adanya tumor atau benjolan yang tidak normal tersebut. Melihat proses terjadinya kanker maka semua orang memiliki risiko mengalami sakit kanker, tetapi ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi pemicu timbulnya kanker,” ujarnya.

Faktor risiko internal antara lain, faktor keturunan atau riwayat dalam keluarga, Faktor risiko eksternal, misalnya Perubahan hormone dalam tubuh seseorang, Berusia diatas 65 tahun, Mengonsumsi alkohol berlebihan, Perokok, Terpapar sinar matahari berlebihan, Obesitas, Hubungan seks yang tidak aman, Paparan bahan kimia berbahaya, dan Makanan berpengawet, daging merah yang dimasak tidak matang, makanan cepat saji, gorengan (makanan yang mengandung tepung yang bila dipanaskan pada suhu tinggi dapat memicu timbulnya senyawa akrilamida yang bersifat karsinogenik), makanan tinggi garam (misalnya ikan asin), makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan, makanan instan/dalam kaleng yang dalam pengawetannya sering kali menggunakan sodium benzoate, dan sodium nitrit yang bersifat karsinogenik).

Cara menjaga tubuh agak terhindar dari penyakit kanker antara lain, jaga berat badan tetap ideal dan sehat, lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari agar tubuh tetap bugar, hindari paparan sinar matahari berlebihan, gunakan pakaian putih lengan panjang bila ke pantai atau ke tempat-tempat yang panas, hindari paparan zat kimia, gunakan masker khusus di tempat/lingkungan pekerjaan yang mengandung bahan kimia, ganti alat-alat masak anti lengket yang sudah bergores dengan alat masak terbuat dari steinles steel atau kaca (lebih aman); ganti atap rumah yang terbuat dari asbes dengan bahan yang lebih ramah terhadap kesehatan, hindari makanan cepat saji, instan, makanan kaleng, makanan yang diasinkan, makanan tinggi gula, tepung-tepungan (terutama yang digoreng), makanan yang dibakar, dan perbanyak makanan yang mengandung tinggi serat, sayuran

Adapun mengkonsumsi herbal yang telah terbukti menfaatnya untuk mencegah dan mengobati kanker, antara lain Daun Sirsak, zat aktif dari daun sirsak yaitu acetogenins dapat menghambat pembenukan ATP (adenosine trifosfat) pada sel kanker. ATP merupakan sumber energi bagi sel, jadi bila ATP tidak terbentuk maka sel kanker akan mengalami kematian (apoptosis). Ekstraketanol dari daun sirsak memiliki sifat sitotoksik pada sel kanker payudara. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sirsak, semakin besar efek sitotoksik-nya, akhirnya sel kanker akan membunuh dirinya sendiri (apoptosis).

Manggis buah tropis yang berasal dari Asia Tenggara, merupakan buah yang sangat banyak manfaatnya. Kulit buahnya mengandung banyak senyawa aktif seperti, xanthone, terpen, antosianin, tannin, dan fenol. Telah berabad-abad kulit buah manggis digunakan sebgai bahan obat oleh masyarakat Asia Tenggara dalam mengobati infeksi kulit dan luka, disentri dan kolera. Penggunaan ekstrak kulit manggis sebagai kemopreventif dan sebagai pengobatan paliatif kanker payudara, kanker paru, kanker usus besar, leukemia, kanker hati. Penelitian terhadap xanthone sebagai salah satu zat aktif dari kulit manggis. Aktivitas antikanker dari xanthone meliputi penekanan terhadap petumbuhan sel kanker, mengrangsang terjadinya mekanisme bunuh diri sel kanker (apoptosis), mengurangi proses radang, menghambat terjadinya perlengketan

Sambiloto, dimana zat aktif dari daun sambiloto adalah andrografolid, deoksiandrografolid, dan didehidroandrografolid. Pada penelitian uji pra klinik ketiga zat aktif tersebut dapt menghambat perkembang-biakan sel kanker usus besar. Ekstrak daun sambiloto dapat digunakan sebagai pengobatan paliatif untuk kanker darah (leukemia, kanker usus besar, kanker payudara). Tetapi perlu hati-hati dalam mengonsumsi daun sambiloto karena dapat menurunkan kadar gula darah.

Keladi Tikus, dimana zat aktif yang ada pada umbi keladi tikus adalah FITOL yang dapat merangsang proses bunuh diri (apoptosis) sel kanker keladi tikus menghambat perkembangan sel kanker dengan cara memotong DNA sel kanker. Efek farmakologis inilah yang membuat keladi tikus dapat digunakan sebagai terapi paliatif terhadap penyakit kanker stadium lanjut. Tidak ada disebutkan secara spesifik. Tetapi dikatakan bahwa keladi tikus juga dapat mengatasi efek samping dari kemoterapi, misalnya rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan kurangnya nafsu makan.

Temu putih, antara lain Rimpang temu putih (juga dikenal dengan temu kuning) berkhasiat sebagai antimutagen, antimikroba, dan antinyeri. Pada suatu penelitian dikatakan bahwa ekstrak rimpang temu putih dapat menghambat perkembang-biakan (proliferasi) sel kanker paru. Secara turun temurun (empiris) temu putih digunakan sebagai obat kudis, perut kembung dan gangguan lain pada saluran pencernaan, serta sebagai pembersih dan penguat (tonik) setelah masa nifas. Juga digunakan untuk melancarkan menstruasi, mencegah kanker rahim dan mengobati kista.

“Sehubungan dengan memperingati Hari Kanker Sedunia yaitu pada tanggal 4 Februari 2024, mari kita lebih peduli lagi dengan menerapkan pola hidup sehat sehingga tidak jatuh sakit kanker. Mencegah lebih baik dari pada mengalami sakit. Temukan banyak manfaat dari tanaman herbal dengan menanam macam-macam obat herbal asli Indonesia untuk pencegahan terhadap penyakit, membuat badan lebih bugar dan sehat,” ujarnya menutup penyuluhan kesehatan di radio. (Tatang Progresif).

Berita Lainnya