Pasca Kebakaran, Ketua DPRD Demak Dukung Relokasi dan Penggunaan Anggaran

Demak – koranprogresif.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Demak, H. S. Fahrudin Bisri Slamet mendorong agar secepatnya pedagang Pasar Brambang yang menjadi korban kebakaran segera direlokasi.

“Harus segera di relokasi, agar para pedagang bisa berjualan kembali,” ujar Fahrudin kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (26/1/22).

Untuk tempat relokasi, lanjut dia, harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa terlebih dahulu. Sedangkan untuk anggaran bisa ada pergeseran dengan mengambil yang kurang urgent mendahului perubahan anggaran.

“Tentunya harus ada koordinasi dengan Pemdes setempat. Soal anggaran bisa digeser dari yang kurang urgent,” jelasnya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak ini berharap, nantinya pasar – pasar yang ada di Kabupaten Demak dapat di asuransikan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Demak, Drs. Iskandar Zulkarnain, M.M mengatakan, pihaknya merelokasi pedagang korban kebakaran, di lokasi sementara pada eks Sub Terminal Brambang milik Pemdes Brambang.

“Langkah ini sudah dibahas dan disepakati oleh Kepala Desa Brambang dan Camat Karangawen,” kata Iskandar, Sabtu (22/1/22).

Disamping itu, pihaknya juga menyiapkan anggaran relokasi sekitar 400 juta yang bersumber dari Penggeseran Anggaran mendahului Perubahan anggaran tahun 2022.

“Sumber dana pembangunan relokasi sementara pedagang, dari penggeseran mendahului Perubahan anggaran tahun 2022 yang sudah mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kab Demak, H. S. Fahrudin Bisri Slamet,” jelasnya.

Terkait dengan pembangunan kios, pihaknya akan mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Kementerian Perdagangan, baik Bantuan Gubernur maupun DAK/dana tugas pembantuan.

Diketahui, Kebakaran Pasar Brambang yang terletak Desa Brambang Kec. Karangawen Kabupaten Demak terjadi pada Kamis (20/1/22) malam hari lalu menghanguskan sebanyak 229 kios.

Tak hanya itu, api yang membakar sebagian bangunan pasar kurang lebih 45 persen tersebut ditaksir kerugian 1,5 miliar. (Red).

Berita Lainnya