Kejurnas Taekwondo Wilayah VI dan Bali Open Championship 2023 Sukses Digelar

Megapolitan683 views

Bali – koranprogresif.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Letjen TNi (Purn) H.M Thamrin Marzuki membuka Kejurnas Taekwondo wilayah VI dan Bali Open Championship 2023 di GOR Widya Sabha Universitas Udayana Bali pada 7 – 9 Juli 2023.

Sebanyak 1068 atlet ikut serta dalam ajang ini. Kategori pemula/festival sebanyak 838 peserta dan kategori prestasi sebanyak 230 peserta. Mulai dari kelas kadet dan junior, berjibaku merebut tempat terbaik di ajang yang digelar rutin setiap tahun tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBTI saat membuka Kejurnas ini berharap, Kejurnas wilayah VI sebagai bagian dari rangkaian Kejurwil yang akan digelar di beberapa wilayah lainnya di Indonesia, dapat menghasilkan talenta-talenta baru taekwondoin muda berbakat, Khususnya di kelas kadet dan junior. Kehadiran atlet muda berbakat ini nantinya akan melengkapi keberadaan para atlet yang lebih dulu berprestasi di kejurnas antar wilayah tahun sebelumnya.

FOTO BERSAMA: Para Peserta Seminar dan Penyegaran Wasit Internasional (IRS-IRRC) yang diselenggarakan tgl 7-11 Juli 2023 di Bangkok, Thailand. (Foto Ist).

Masih menurut Thamrin, sebagian besar atlet yang berprestasi di kejurnas tahun sebelumnya, dan para juara ini, akan menjadi modal sekaligus lumbung atlet bagi Pengprov maupun PBTI dalam rangka mengkonstruksi kekuatan kualitas taekwondo Indonesia di masa yang akan datang.

“Dengan terus bergulirnya secara kontinyu Kejurnas antar wilayah setiap tahunnya, kita berharap, kualitas talenta-talenta muda akan terus semakin baik, merata dan daerah akan makin kompetitif bersaing. Dan Tentunya ini akan sangat positif bagi terbentuknya kemampuan teknik, pengalaman dan mental bertanding atlet yang telah terbiasa bertarung di kejuaraan sejak usia kadet dan junior,” ujar Thamrin melalui keterangannya, Minggu (9/7).

Sejak tahun lalu PBTI melaksanakan Kejurnas taekwondo nasional yang dibagi kedalam enam wilayah. Wilayah I terdiri dari Aceh, Sumatra Utara, Kepri, Riau dan Sumatra Barat. Wilayah II terdiri dari Sumsel, Jambi, Bengkulu Babel dan Lampung. Wilayah III terdiri dari Banten, Jabar, DKI, DIY dan Jatim. Wilayah IV terdiri dari Kalsel, Kalteng, Kalbar, Kaltim, dan Kaltara. Wilayah V terdiri dari Sulsel, Gorontalo, Sulut, Sulteng, Sultra dan Sulbar. Adapun wilayah VI terdiri dari Maluku, Maluku Utara, Bali, NTT, NTB dan Papua

“Pembagian 6 wilayah ini merupakan upaya kita bersama. Yakni untuk menghasilkan formula pembinaan dan pengembangan prestasi taekwondo agar lebih terdesentralisasi lagi dan menciptakan pemerataan. Sehinga harapan kita dengan persaingan yang ketat dan kompetitif di wilayah masing-masing, proses kontinuitas identifikasi bakat atlet terus bisa di monitoring dan menjadi bagian penting dari proses regerenasi atlet taekwondo. Dan sasaran serta fokus kita memang untuk atlet kadet dan junior untuk proyeksi jangka panjang timnas taekwondo Indonesia kedepan,” terang Jendral Bintang Tiga ini.

Selain dibuka Ketua Umum, hadir dalam pembukaan Kejurwil VI dan Bali Open Championship 2023 ini, perwakilan KONI Daerah, Wakil Rektor Universitas Udayana perwakilan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Ketua dan Pengurus Taekwondo peserta Kejurwil dan sejumlah tokoh serta praktisi taekwondo lainnya.

*PBTI Kirimkan Wasitnya Ikuti Seminar dan Penyegaran Wasit Internasional*

Sementara itu, diwaktu yang bersamaan, PBTI mengirimkan 18 orang wasitnya mengikuti kegiatan Seminar dan Penyegaran Wasit Internasional (IRS-IRRC) yang diselenggarakan tgl 7-11 Juli 2023 di Bangkok, Thailand.

Ketua umum PBTI berharap, dengan mengikuti kegiatan tersebut, kompetensi dan sebagian status wasit nasional Indonesia yang berlisensi Internasional dapat terus ditingkatkan.

PBTI sangat concern pada masalah kapasitas dan kompetensi para wasit. Karena peranan wasit tidak bisa dilepaskan dari program pembinaan dan pengembangan prestasi atlet. Tugas, kedudukan dan kewenangan wasit salah satu faktor penting sejauh mana kualitas pertandingan taekwondo di gelar, kualitas pertandingan akan menentukan bagaimana kualitas atlet yang dihasilkan.

“Selain bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menyegarkan kembali berbagai muatan materi perwasitan yang harus ditingkatkan dengan Peraturan yang dikeluarkan World Taekwondo (WT), Keikutsertaan para wasit Indonesia kali ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para wasit, agar mereka lebih well organize pada kapasitas leadership-nya sebagai wasit. Apakah sebagai Technical Delegate, CSB, Chief Referee, Review Jury (RJ), maupun sebagai Technical Assistant (TA),” ujar Thamrin. (Red).

Berita Lainnya