Kejati Kalsel Buka Layanan Hotline Penerimaan Informasi dan Laporan Masyarakat Terkait MAFLABU

Hukrim, Nusantara190 views

Banjarmasin – koranprogresif.co.id – Hari ini, Senin (24 Januari 2022), Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan resmi membuka hotline penerimaan informasi dan laporan masyarakat terkait Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara di wilayah Kalimantan Selatan.

Layanan penerimaan laporan melalui WhatsApp maupun penerimaan pesan SMS ini, guna mempermudah masyarakat untuk melaporkan apabila mengetahui atau menemukan adanya praktek mafia Pelabuhan dan Bandar Udara di wilayah Kalimantan Selatan, penerimaan laporan langsung terhubung pada Tim Pemberantas Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara (TIMTAS MAPLABU) yang dibentuk berdasarkan
Surat Keputusan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan No.KEP-01/O.3/Fs.2/01/2022 tanggal 07
Januari 2022 tentang Pembentukan Tim Pemberantas Mafia Pelabuhan Dan Mafia Bandar Udara yang diketuai oleh Bapak Dwianto Prihartono, SH, MH, selaku Asisten bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan. Pembukaan Hotline penerimaan Informasi dan Laporan Masyarakat ini adalah salah satu tugas TIMTAS MAPLABU sesuai Surat Edaran Jaksa Agung RI No. 17 tahun 2021 tentang
Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara, sehingga kami menghimbau kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan apabila menemukan adanya kegiatan Praktek Curang, Pungli dan tindakan apapun terkait praktek Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara agar segera melaporkan melalui Hotline yang telah kami sediakan dengan cepat, tepat dan jelas. Sarana penerimaan informasi dan pengaduan masyarakat ini dalam bentuk layanan penerimaan informasi dan laporan pengaduan melalui SMS dan WhatsApp (SMS dan WA) melalui nomor 0813 4650 0980.

Selaku PLT Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan menginstruksikan jajaran yang masuk dalam
Tim Pemberantas Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, agar bekerja professional dalam menindaklanjuti setiap laporan pengaduan yang dilayangkan oleh masyarakat di Kalimantan Selatan melalui Hotline yang disediakan. (MN).

Berita Lainnya