Dokter Ridho, Dokter Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R / _UNIFIL_ Idola Mahdi Aladine Anak Lebanon Selatan

Mitra TNI60 views

 

Lebanon – koranprogresif.co.id, Kegiatan _Medical Assistance_ yang dilaksanakan setiap hari oleh Husada Hospital di UNP 7-1 selain memberikan bantuan kesehatan kepada prajurit, juga memberikan bantuan kepada masyarakat lokal Lebanon yang membutuhkan. Seperti kita ketahui pada Minggu (31/03/2024) lalu seorang anak yang berumur 1,5 tahun terkena siraman air panas yang langsung di tangani oleh Lettu Ckm dr. Ridho salah satu dokter di Husada Hospital 7-1 dan menjadi pasien tetapnya setiap 3 hari sekali untuk berobat dan mengganti perban lukanya, seperti yang dilaksanakan pada hari Senin (15/04/2024).

Mahdi Aladine adalah nama anak yang berumur 1,5 tahun yang terkena siraman air panas pada kedua kakinya, dan di damping oleh ibunya dari Al Qantara Village setiap 3 hari sekali untuk menemui dokter Ridho di Husada 7-1 dalam rangka mendapatkan perawatan lukanya.

“Alhamdulillah sekarang lukanya sudah mengering, yang kaki kiri sudah dilepas perbannya dan untuk yang kaki kanan sudah mulai sembuh tetapi masih memerlukan perawatan lagi”, terang dokter Ridho.

Hubungan mereka berdua menjadi sangat dekat dikarenakan setiap 3 hari sekali dr. Ridho merawat Mahdi dengan sabar dan teliti, sehingga seorang Mahdi anak yang lucu dan kuat mengidolakan dokter yang merawatnya tersebut.

Komandan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R/ _UNIFIL_ Kolonel Inf Ragung Ismail Akbar, S.Sos., M.I.Pol. menjelaskan bahwa kegiatan _Medical Assistance_ yang dilaksanakan oleh Staf CIMIC dan Husada Hospital UNP 7-1 Satgas sangat membantu masyarakat lokal, hal tersebut terbukti setiap minggunya banyak pasien yang datang dari warga lokal sekitar untuk berobat ke Husada Hospital.

“Minggu kemarin saja ada 4 orang yang berobat, diantaranya Muhammad 53 th, Fadi 43 th dari Adchit Al Qusayr, Achmad 43 th dari Et Taibe, dan anak yang imut Mahdi 1,5 th dari Al Qantara, mereka berobat karena luka bakar, kena pisau, ada yang sakit gigi dan Mahdi yang merupakan pasien tetap kita karena kakinya tersiram air panas dua minggu yang lalu menurut laporan dokter kepada saya”, terang Dansatgas.

(Red)

Berita Lainnya