Dilirik Cawagubsu, Dr. Dedi Iskandar: Tunggu Perintah Al Washliyah

Nusantara, Politik331 views

Medan – koranprogresif.co.id – Ustadz Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos, SH, MSP, MH, CIRBC, CWC, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau senator asal Sumut, akhirnya berkomentar soal Calon Wakil Gubernur Sumut (Cawagubsu).

Hal ini ditanyakan wartawan usai beliau menjadi Khatib Shalat Jum’at di Masjid Agung Medan yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo, Jum’at (12/4) dengan Imam KH. Irham Taufik.

Banyak pihak dan tokoh masyarakat mengharapkan, agar Dedi Iskandar yang kembali terpilih menjadi anggota DPD asal Sumut periode ketiga pada Pemilu Februari lalu, hakekatnya Dedi menghargai, mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan itu.

Hanya saja Dedi Iskandar yang pada pemilu tahun ini memperoleh suara terbanyak untuk DPD RI asal Sumut yakni tembus 1.081.487 dari 6.696.805 suara yang sah, menyatakan tentang ini tidak bisa dia memutuskannya sendiri.

“Hal-hal prinsip seperti menjadi Calon Wagubsu pada pilkada serentak Nopember 2024 nanti akan diputuskan secara organisatoris Al Washliyah,” ujar Dedi yang juga Ketua PW Al Washliyah Sumut ini.

“Suara yang saya peroleh pada Pemilu legislatif adalah amanah masyarakat Sumut khususnya keluarga besar Al Washliyah. Saya diputuskan oleh organisasi untuk menjadi anggota DPD. Kalau nanti ada potensi yang meminta saya menjadi Cawagubsu, tentu akan dibahas secara konprehensif oleh Al Washliyah. Bukan hanya diri saya melainkan kalau ada potensi kader lain pun di Al Wahliyah akan kita bahas,” jelasnya.

Perolehan suara yang saya peroleh katanya, bukan semata karena keberhasilan dirinya melainkan karena ada organisasi yang bekerja intensif mulai dari tingkat bawah hingga ke atasnya.

Meski begitu yang jelas katanya, pihaknya sangat berterima kasih kalau ada harapan seperti itu karena hal itu indikasi ada kepercayaan yang besar dari masyarakat kepada organisasi maupun kader Al Washliyah

Dijelaskannya, Al Washliyah, selaku organisasi terbesar di Sumut saat ini mulai mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan pilkada serentak, bukan hanya di propinsi melainkan juga di tingkat Kabupaten/Kota. (Red).

Berita Lainnya