Dandim 0801/Pacitan Bersama Forkopimda Hadiri Kuliah Umum

Mitra TNI82 views

 

Pacitan – koranprogresif.co.id – Dandim 0801/Pacitan menghadiri kuliah umum bersama Jendral Purn Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono M.A, yang berlangsung di Halaman Perguruan Islam Pondok Tremas Jl Patrem No.21 Dusun Pojok, Desa Tremas, Kec Arjosari, Kab Pacitan, Rabu (24/01/2024).

Kedatangan Jendral Pur Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono M.A beserta rombongan di sambut meriah oleh ribuan para santri serta penampilan Pencak silat dan Marching Band Pondok Tremas, kemudian pengalungan Sorban oleh KH Fuad Habib Dimyati sebagai Pimpinan Umum Perguruan Islam Pondok Tremas.

Dalam sambutannya, Jendral Purn Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan rasa syukur bisa hadir di tempat bersejarah pondok tremas Pacitan, dimana merupakan salah satu Pondok tertua di Indonesia yang kini sudah berusia 200 tahun.

Dikatakan olehnya, negara dan rakyat harus berterima kasih kepada apa yang telah dipersembahkan oleh Pondok Tremas dalam syiar dan pengembangan Islam serta pengabdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia, baik sebelum merdeka maupun setelah merdeka.

“Saya berdo’a, mudah-mudahan Pondok Pesantren Tremas semakin dicintai, bukan hanya mengakar mekar dan menyebar, tetapi bisa tumbuh menjadi Perguruan Islam yang memiliki kelas nasional bahkan dunia,” ujarnya saat menjadi narasumber di acara tersebut.

Tidak hanya itu, SBY juga bersyukur secara pribadi, utamanya saat menjadi Presiden RI bisa ikut ambil bagian dalam pembangunan dan perkembangan pondok pesantren tremas menuju ke arah masa depan yang lebih baik dan maju.

“Disamping kembali ke Pondok dengan reputasi gemilang dalam pengembangan Perguruan Islam di Indonesia, saya bisa datang ke titik atau ke rumah saya dilahirkan 75 tahun yang lalu, sekarang menjadi mushola, tentu menjadi pengingat yang indah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kh Fuad Habib Dimyati, Pimpinan Umum Perguruan Islam Pondok Tremas, mengharapkan melalui silaturahmi seperti saat ini akan menjadi motivasi bagi para santri untuk dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa Indonesia.

“Menghadapi tahun politik pemilu mendatang, siapapun yang nantinya menjadi pemimpin bangsa, itu sudah menjadi garis dari Allah SWT. Untuk itu, mari kita jaga ketentraman, tetap guyub rukun, jangan sampai ada perpecahan di Pacitan, walaupun berbeda pilihan,” bebernya. (Red).

Berita Lainnya