Berantas Stunting Bersama Eiger Di Wilayah Binaan Denma Kopasus

Nasional235 views

JAKARTA – Koranprogresif.co.id, Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Indonesia secara tidak langsung akan berdampak buruk bagi kesehatan dan gizi masyarakat terutama anak anak. Atas situasi cuaca ini, Jakarta harus bersiap diri menghadapi dampak banjir.

Antisipasi penanganan korban banjir dan kekurangan gizi ini akan dilakukan
melalui berbagai cara, termasuk ketahanan pangan. Dalam penanganan korban banjir memerlukan koordinasi antar berbagai pihak untuk meringankan derita korban banjir.

Untuk itu PT. Eigerindo Multi Produk Industri memilih untuk selalu berbagi dan peduli terhadap sesama dengan berbagi kebutuhan pokok berupa kebutuhan pangan dan kelengkapan gizi.

Selain Eiger, juga ada Produk Kapal Api (Bonteh dan Biskuit Gizi) dan PT. Estika Jasa Tama (Insurance Brokers & Consultant) yang ikut memberikan sumbangsihnya kepada para korban banjir dan penderita kekurangan gizi.

Sebanyak ratusan paket sembako dan paket Gizi berupa beras, minyak goreng, telur, Indomie, biskuit dan teh diberikan kepada masyarakat di wilayah binaan Kopassus yaitu di Kelurahan Baru dan kelurahan Cijantung, kec pasar rebo Jakarta Timur.

Lurah Cijantung, Jakarta Timur Teguh Suharyono mengatakan untuk wilayahnya terdapat 16 penderita stunting namun seiring jalannya waktu jumlah tersebut berkurang dan sekarang stunting hanya delapan orang.

” Saya selalu bekerja sama dengan semua pihak, baik pihak swasta dan pihak pemerintah serta dari TNI Polri dan kami berusaha bekerja sama dengan pihak para kader, kader PKK dan kader Posyandu untuk pemberian makan anak anak yang terdampak stunting untuk mendukung anak anak berikan asupan gizinya,” jelas Lurah Cijantung kepada media.

Diwaktu yang sama Batiops Sipamops
Denma Kopassus Serma Sukmana menambahkan bahwa Kelurahan Cijantung dan Kelurahan Baru merupakan wilayah binaan Baret Merah yang selalu dipantau berkembangannya berupa gizi maupun kelayakan hunian.

” Dari Kopassus Kami selalu memberikan bantuan berupa sembako, susu, telur dan lain lain kepada warga di desa binaan Kopassus dan asupan gizi kepada anak anak yang memang terdapat stunting, Kopassus selalu peduli dan tanggap terhadap penderitaan warga di daerah binaan dan Alhamdulillah saat ini sudah berkurang tinggal delapan anak,” imbuhnya.

Selain itu dalam mencegah banjir di musim penghujan ini, Kopasssus secara kontinyu membersihkan aliran sungai terutama sungai Ciliwung yang terdapat di belakang markas Korp Baret Merah tersebut, sehingga aliran sungai berjalan lancar, juga selalu memantau naiknya debit air mencegah adanya luapan air ke daratan terutama rumah warga.

(Red)

Berita Lainnya