Bangunan Sekolah di Bandung Barat Ambruk Tergerus Pergerakan Tanah, KBM Dipindahkan

KBB – koranprogresif.co.id – Bangunan SDN I Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat ambruk pada Kamis (29/2/2024), akibat pergerakan tanah.

Sekolah tersebut tidak bisa digunakan dan aktivitas belajar mengajar dipindahkan ke yayasan lain.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, hampir seluruh bangunan sekolah mengalami kerusakan parah karena pergerakan tanah yang terjadi. Retakan paling mencolok terlihat di area lapangan yang biasanya digunakan untuk upacara, yang terbelah hingga mencapai 5-10 meter dengan kedalaman 3 meter.

Beberapa bangunan sekolah bahkan sudah roboh terbawa pergerakan tanah, sementara sisanya terancam ambruk susulan karena retakan tanah terus berkembang dengan mengkhawatirkan.

Kepala Desa Cibedug mengatakan, korban ada 10 rumah warga serta 1 Sekolah dan sekarang ada 40 Kepala Keluarga mengungsi di posko penanganan bencana bencana yang terdiri dari 130 jiwa di Kampung Cigombong, Desa Cinedug.

Menurut Kepala Sekolah SDN 1 Babakan Talang, Iis Dida Nurjanah, kejadian retakan ini sudah terjadi sejak tanggal 19 Februari, dan setiap hari retakan tersebut semakin meluas.
“Dan setiap hari itu terjadi retakan. Dan tadi pagi bangunannya ambruk. Ada 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan dan toilet tapi gak semua, masih ada yang bediri,” ungkap Kepala Sekolah.

Pagi itu, bangunan sekolah akhirnya ambruk, termasuk 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, dan beberapa toilet.

Beruntungnya, tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban dalam kejadian ini karena sejak minggu lalu, aktivitas belajar mengajar sudah dialihkan secara daring. Menghadapi situasi ini, kegiatan KBM sementara waktu dipindahkan ke sebuah yayasan yang masih berada di Desa Cibedug.

Camat Rongga, Ilman Suherlan mengatakan kepada media ini bahwa, pergerakan tanah yang terus meluas dari hari ke hari telah menyebabkan rekahan di permukaan tanah, yang kemudian berdampak pada retakan di tembok gedung sekolah. “Dengan tanah masih bergerak, kami terus memantau situasi ini untuk keamanan semua pihak yang terlibat,” jelasnya. (Abah De).

Berita Lainnya