2 Gadis Relawan dan 6 Duta Pariwisata Kota Padang, Kab.Solok dan Kab. Pariaman Jadi Viral Sebagai Relawan Dalam Menyalurkan Bantuan Tali Asih dari Kasad

TNI Polri117 views

Sumbar – Penyaluran Bantuan Tali Asih dari Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak M.Sc. di Panti Asuhan Budi Mulya Kota Padang, Panti Asuhan TKU Muhammadiyah di Kota Solok dan Panti Asuhan Aisyiyah di kota Pariaman merupakan penjabaran Program Binkom Cegah Konflik Sosial dari Spaban 1 Sintelad.

Kegiatan tersebut memiliki Landasan Konstitusional yaitu Undang-Undang TNI No.34 Tahun 2004 sub pasal 12 yaitu membantu menanggulangi akibat bencan aalam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Selain itu juga adalah bagian dari implementasi “8 Wajib TNI” yaitu menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Sekaligus merupakan perwujudan di lapangan dalam membantu kesulitan masyarakat sehingga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang rakyat kepada TNI AD.

Bantuan Tali Asih kali ini melibatkan 8 orang relawan yang terdiri dari 2 orang gadis mahasiswa dari Padang dan 3 orang gadis dan 3 orang Pria dari Duta Pariwisata asli Padang, Solok dan Pariaman. Para relawan tersebut sangat tangguh dan berwawasan luas sehingga mau mengorbankan diri untuk bergabung dalam kegiatan social dalam rangka melayani masyarakat.

Yang menjadi Host dalam kegiatan penyaluran Bantuan Tali Asih tersebut adalah Serda (K) Rini Miya Fikrita dan Serda (K) Jihan Alvani Aziz serta dibantu oleh 8 orang relawan diantaranya Ayesha Hendari mahasiswi S1 Manajemen NK Universitas Negeri Padang, Nefri Febriani Mahasiswi Universitas Metamedia Padang, Duta Pariwisata Padang Uda Royan Hadyantama dan Uni Salsabilla Putri Maharani dan Duta Pariwisata Pariaman Fichrom Septiansyah dan Nadya Putri Syafira serta Duta Pariwisata Solok, Bujang Harisdan Gadih Afni Rahma Sari.

Kedelapan relawan tersebut dipimpin oleh dua orang diantaranya berstatus sebagai Kowad/Tentara Korps Wanita Angkatan Darat, sedangkan 5 orang Mahasiswi dan 3 orang Mahasiswa lainnya saat ini masih aktif kuliah.

Para relawan ini dengan sukarela, tanpa pamrih telah ikut serta dalam membantu kegiatan BantuanTali Asih dari Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak M.Sc., demi untuk kepentingan masyarakat sekitarnya maupun untuk kepentingan umum lainnya.

Membahas tentang kedelapan relawan tangguh tersebut, maka dapat mengugah hati kita semua sebagai warga negara Indonesia untuk mengenang kembali pahlawan nasional kita yaitu Sutan Sjahrir, Tuanku Imam Bonjol, Muhammad Yamin, Mohammad Hatta, H. Agus Salim dan Tokoh Pahlawan Rasuna Said yang terkenal berkat kegigihannya melawan penjajahan Belanda.

Perjuangan untuk mengisi bangsa ini bukan hanya dipelopori oleh kaum laki-laki semata namun peran kaum wanita juga sangat berpengaruh dalam membangun negara kita tercinta ini. Yang menarik dan jadi atensi kita semua bahwa ternyata masih ada gadis-gadis cantik yang tangguh dan anak-anak muda pria remaja di Zaman Milenia ataupun di Zaman Now yang memiliki jiwa kejuangan dan pengorbanan yang tinggi untuk mengambil bagian dalam membela tanah air tercinta melalui kegiatan social untuk melayani masyarakat Indonesia.

Semoga dengan contoh dan tauladan yang telah ditunjukkan oleh kedelapan relawan tersebut bias menjadi motivasi bagi anak muda Indonesia lainnya untuk berperan serta dalam berbuat kebaikkan kepada sesame manusia yang membutuhkannya.

Dengan adanya implementasi secara nyata di lapangan oleh kedelapan relawan tersebut mencerminkan bahwa itu sifat sejati GENERASI MUDA INDONESIA dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan hati yang PALING HAKIKI maka Insya Allah dikemudian hari bangsa Indonesia akan menjadi negara kuat dan kokoh sampai dunia kiamat.

Kedelapan Relawan tersebut adalah anak muda penerus bangsa yang memiliki motivasi dan jiwa rela berkorban yang hakiki sehingga mereka telah meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam mendukung kegiatan social tersebut ditengah-tengah masyarakat.

Mengapa mereka mau rela berkorban jiwa dan raga, waktu dan tenaga untuk mewujudkan pengabdiannya kepada negara dan bangsa tercinta..?

Ada satuhal yang perlu kita sadari bersama bahwa semua yang dilakukan oleh ke 8 Relawan tersebut tidak lain tidak bukan karena mereka adalah Anak Muda Indonesia yang sangat cinta NKRI sudah Harga Mati..!sebab bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat (3) yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Dari hal tersebut diatas maka kita sebagai Warga Negara Indonesia perlu member Apresiasi Positif atas partisipasi para relawan tersebut. Harapan kita semua semoga di kemudian hari akan ada kegiatan-kegiatan social lainnya yang bias mengunakan tenaga pikiran dan sumbangsih para generasi muda Indonesia lainnya untuk menjadi perisai bangsa yang kokoh dan kuat dalam membantu kesulitan rakyat di sekitarnya maupun untuk kepentingan kemanusiaan baik secara global, secara regional maupun secara nasional (baik di dalam negeri maupun di luar negeri).

Ke 8 Relawan ini adalah contoh dari Miniatur dan Barometer Anak Muda Indonesia dan yang patut dijadikan figur dan diikuti oleh seluruh anak muda Indonesia lainnya maupun generasi muda Internasional lainnya.

Mereka sangat mengutamakan pentingnya sebuah persatuan dan kesatuan bangsa yang hakiki dalam prespektif NATIONAL SECURITY di Bumi Nusantara saat ini maupun kedepan. Dengan demikian maka akan melahirkan generasi muda milenial lainnya yang memiliki jiwa patriotisme, nasionalisme yang tinggi serta jiwa militansi yang kokoh untuk berbakti kepada negara dan bangsa tercinta tanpa pamrih.

Perjalanan mereka penuh hikmah dan penuh pengorbanan sejati dengan bernafaskan merah putih serta cinta tanah air yang sangat hakiki adalah aktualisasi dari prinsip dari ke 8 relawan tersebut.

Setelah ke 8 Relawan tersebut menyalurkan bantuan Tali Asih dari Bapak Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak M.Sc. di Panti Asuhan Budi Mulya kota Padang, Panti Asuhan TKU Muhammadiyah di kota Solok dan Panti Asuhan Aisyiyah di kota Pariaman, lalu mereka berkumpul di posko dan saling berbagi cerita tentang indahnya bumi Nusantara di masa depan nantinya, Apabila semua warga negara bias saling memahami, saling menghormati, saling menghargai perbedaan suku, ras dan agama antara satu dengan yang lain dan bias merawat kebersamaan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa secara utuh maka bias menjadi kekuatan yang tangguh sehingga dapat mewujudkan Ketahanan Nasional Yang Tangguh sehingga Indonesia di tahun 2045 akan menjadi negara yang sangat kuat didunia terutama tentang ahklaknya manusianya dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia seutuhnya.

Sebuah Ungkapan Hati Yang Terucap dari ke 8 Relawan tangguh tersebut bahwa Rawatlah nusantaraku..!! Rawatlah keberagaman ini.. Bangunlah Pondasi negerikuyang kuat dengan tekad dan hati nurani yang tulus dan suci tanpa pamrih demi untuk ibu pertiwi..semoga Indonesiaku tetap jaya untuk selamanya.

“SALAM PANCASILA” dan “SALAM PERSATUAN

INDONESIA IS OUR HOME

WE LOVE INDONESIA FOREVER

WE LOVE INDONESIA NEVER END

WE LOVE INDONESIA NEVER DIE

MERDEKA…!!

Berita Lainnya