oleh

Warga Nolokerto, Kendal Gelar Aksi Damai, Tolak Tanah Keraton

Kendal – koranprogresif.co.id – Kurang lebih 200 Warga Desa Nolokerto menggelar aksi turun ke jalan, di Jalan Desa Dukuh Mangir, Desa Nolokerto,kec. Kaliwungu, Kendal, Jateng, Kamis (10/10/19).

Aksi demo warga ini berlangsung tertib dengan dikawal personel dari Polres kendal, terkait dengan pemeriksaan sidang lokasi atas gugatan perdata perkara No. 10/pdtG/2019/PN /Kdl.

Raden mas Papung Redriyanto, SH, sebagai penggugat melawan Pemerintah Kabupaten Kendal dan kawan -kawan.

Warga sengaja berkumpul dan melakukan aksi demo guna menyaksikan obyek/tempat yang menjadi obyek sengketa bersama-sama Pengadilan Negeri (PN) Kendal.

“Surat Tanah pada zaman Belanda, sudah dipatahkan oleh BPN bahwa, Tanah verpoonding 419 tidak ada disini, juga tidak ada tanah Kraton, itu hanya mengaku- ngaku saja. Kalau Kraton kan ribuan, masa di saat putusan sidang tidak memenangkan kita, artinya PN tidak membela rakyat,” kata Musaedin.

Bupati Kendal, Mirna Annisa juga turun ke jalan meminta agar warga bersabar dan mempercayakan semuanya kepada pengadilan. “Biarkan hukum yang berjalan, kami tetap memihak warga, semoga saja PN Kendal bisa berpihak seadil-adilnya dan bisa memenangkan warga nolokerto,” ujarnya.

Sidang berjalan dengan damai dan lancar, Majelis hakim memeriksa perkara tersebut atas tanah berupa Ex Eigendom verponding, no. 419, atas nama Inlander Koesen (Raden Mas koesaeni) yang luas seluruhnya lebih kurang 551.450 meter persegi,

Dalam hal ini, warga meminta agar tanah yang sudah dikuasai warga bisa kembali dan tetap sah menjadi milik warga.

Bahwa sebagian tanah yang menjadi perebutan kedua pihak salah satunya ada yang kena jalan tol, yakni berupa lapangan sepak bola seluas 12.781 m2, penggantian kerugian non fisik dan ganti rugi tanaman hidup dengan total nilai ganti rugi sebesar Rp.12.413.384.700. (Fend).

News Feed