oleh

Warga Keluhkan Jalan Negara Yang Rusak

 

 

Natuna – koranprogresif.co.id – Ruas jalan lintas Batubi Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, kondisinya sangat memperihatikan banyak lubang lubang ruas jalan serta tak sedikit bertebaran krikil krikil kecil.

 

Hal itu membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati karena sangat rawan mengalami kecelakaan.

 

Pengendara pun terlihat harus berhati-hati melewati jalan, agar terhindar dari jalan yang mengalami rusak parah dan berlubang tersebut.

 

Terlihat badan jalan rusak parah dan berlubang hingga 2-3 cm.  Kerusakan badan jalan ini pun ada sekitar setengah meter lebarnya dan berdekatan.

 

Menurut warga sekitar, tidak sedikit pengendara melintas hampir terjatuh, bahkan berapa tahun lalu seorang ada seorang perawat meningal dunia karena menghindari lobang menganga cukup dalam jalur yang menghubungkan Desa Air Lengit dengan Desa Gunung Putri.

 

“Kalau jalan yang rusak dan berlubang itu, sebenarnya sudah pernah diperbaiki namun hanya tambal sulam saja. Nah di tengah dilewati kendaraan lagi, khususnya kendaraan roda empat yang mengangkut beban berat, jalan itu kembali rusak lagi,” kata Hardi salah satu warga berjalan kaki di sekitar Bendungan Tapau, Kamis (05/12/2018).

 

Menurut Hardi, lubang yang ada di beberapa ruas jalan itu belum parah. Namun, karena tidak segera mendapat penanganan, akhirnya kerusakan jalan itu semakin parah dan mengancam pengguna jalan yang melintas.

 

Masih kata Hardi, sudah banyak pihak yang turun ke lokasi, termasuk diantaranya pemerintah Kabupaten, provinsi bahkan sampai dengan DPR RI. “Namun kunjungan mereka belum berdampak pada perbaikan jalan ini. Buktinya sudah dipenghujung tahun juga tak kunjung diperbaiki,” tandasnya.

 

Sama halnya dengan Gunawan, pria parubaya tokoh masyarakat Kecamatan Bunguran Batubi ini justru berbeda pendapat.

 

Menurutnya, pembangunan jalan aspal di Kabupaten Natuna mempunyai spesifikasi pekerjaan yang berbeda.

 

“Artinya begini, pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan lokal dengan perusahaan luar Natuna itu juah berbeda. Saya pun tidak paham kenapa seperti itu. Namun faktanya, jalan yang dikerjakan oleh kontraktor lokal ya begini ini, cepat rusak. Berbeda dengan kontraktor luar Natuna yang mengerjakan pembangunan jalan aspal Kelarik dan Teluk Buton. Kita puas dengan hasilnya,” tutur Gunawan sambil berlalu. (Red/Rky).

News Feed