oleh

WALIKOTA SUKABUMI HADIRI DEKLARASI SRA

-Nusantara-208 views

 

Sukabumi – koranprogresif.co.id – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) Kota Sukabumi, melaksanakan Deklarasi SRA (Sekolah Ramah Anak), pada sela-sela Penutupan Pelatihan Kompetensi Siswa Berprestasi Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2018, tepatnya tanggal 24 November 2018, di Selabintana Converence Resort Hotel Sukabumi.

Adapun yang hadir pada kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Asuh atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi Bidang Kesejahteraan Rakyat, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, perwakilan dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) se Kota Sukabumi, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi dan para tamu undangan lainnya.

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dalam sambutanya menandaskan, seluruh sekolah yang ada di Kota Sukabumi harus masuk kategori SRA. Karena menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal 4 menjelaskan, bahwa anak mempunyai hak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpatisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat manusia, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Ditandaskan pula, SRA adalah sekolah yang berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak, dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggungjawab.

Untuk itu, usaha dalam mewujudkan SRA perlu didukung oleh berbagai pihak, antara lain keluarga dan masyarakat sebagai pusat pendidikan yang paling dekat dengan anak.

Selain itu, lingkungan yang mendukung, melindungi dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak, akan sangat menbantu terhadap proses anak-anak dalam mencari jati dirinya.

Lebih jauh ditandaskan, sekolah merupakan institusi yang memiliki mandat untuk menyelengarakan proses pendidikan dan pembelajaran secara sistematis dan berkesinambungan.

Berkaitan dengan hal tersebut, para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, diharapkan dapat menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang mampu menfasilitasi para peserta didik berperilaku terpelajar. Sedangkan aspek penyelenggaraan SRA, yakni sekolah harus dapat menciptakan suasana yang kondusif, agar anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yakni program sekolah harus sesuai, lingkungan sekolah harus mendukung, serta sarana dan prasarananya harus memadai.

Wali Kota Sukabumi menjelaskan, pada saat ini SRA yang ada di Kota Sukabumi baru berjumlah 16 SRA, antara lain 10 SD dan 6 SMP, serta 8 sekolah dalam persiapan SRA.

Dijelaskan pula, pada tahun 2019, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan, seluruh sekolah yang ada di Kota Sukabumi harus berlisensi SRA.

Sementara Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Asuh atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Elvi Hendrani mengatakan, maksud dan tujuan dibentuknya SRA, agar anak-anak bisa dilindungi dari berbagai tindak kekerasan dan ancaman, seperti merokok, jajanan tidak sehat, napza, lingkungan tidak layak, radikalisme dan karakter buruk.

Selain itu juga dijelaskan, SRA didasari oleh 5 prinsip, yakni jangan mendiskriminasi anak, kepentingan terbaik bagi anak, memastikan anak tetap hidup dan mendapatkan optimalisasi tumbuh kembangnya, serta patisipasi anak dan pengelolaan yang baik. (Hms/MYS/Pepe S).

News Feed