oleh

Tingkatkan Pelayanan, Dirut PT. KAI Resmikan Fasilitas Tambahan

-Nusantara-165 views

Surabaya – koranprogresif.co.id – Direktur PT KAI Edi Sukmoro meresmikan berbagai fasilitas layanan yang baru di Stasiun Gubeng, Jum’at (7/6/19).

Adapun beberapa fasilitas layanan baru tersebut berupa Ruang Tunggu di zona 2, taman stasiun dengan tugu patung hiu dan buaya sebagai icon Surabaya, dan ruangan khusus merokok yang berada di zona 3.

Fasilitas yang ada pada ruangan tunggu zona 2 tersebut diantaranya tempat duduk yang lebih luas lengkap dengan charger hp, ruangan arena bermain anak lengkap dengan mainan tradisional Indonesia, toilet dan posko kesehatan.

Dengan adanya bangunan prasarana baru ini, dapat semakin memberikan kenyamanan bagi penumpang di Stasiun Gubeng yang berjumlah rata-rata 6.000 s/d 7.000 penumpang pada hari biasa dan berjumlah 9.000 s/d 11.000 penumpang pada akhir week end.

Dirut PT KAI, Edi Sukmoro menekankan, agar jajaran karyawan PT KAI Daop 8 Surabaya terus meningkatkan layanan sehingga transportasi kereta api dapat terus berkompetitif dengan angkutan moda darat lainnya.

Acara peresmian prasarana baru fasilitas stasiun Gubeng, dilanjutkan dengan acara pembagian berbagai souvenir menarik kepada para penumpang di Stasiun Gubeng oleh Dirut PT KAI.

Sebanyak 700 paket diberikan secara cuma-cuma. Sejarah Stasiun Surabaya Gubeng, dulunya stasiun ini merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen yang diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878, sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Soerabaja– Pasoeroean.

Sementara itu, Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Suryawan Putra Hia mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita akan terus berusaha agar layanan di Stasiun di wilayah PT KAI Daop 8 agar terus meningkat, salah satunya dengan pembangunan prasarana fasilitas layanan yang lebih lengkap dan luas,” ujarnya.

Untuk diketahui, Stasiun Surabaya Gubeng pertama kali dibangun di sisi barat rel KA.
Awalnya stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik, lalu sekitar dekade 1970-1980-an sistem persinyalan diubah menjadi elektrik.

Pada tanggal 7 Juni 1996, bangunan baru stasiun seluas 13.671 meter persegi telah selesai dibangun di sisi timur rel KA dengan arsitektur yang lebih modern dan lebih luas.

Bangunan lama Stasiun Gubeng, juga mengalami banyak sekali renovasi. Antara lain dengan renovasi atap overkapping peron pada tahun 1905, serta renovasi pada lobi bangunan utama pada tahun 1928.

Ciri arsitektur bangunan stasiun ini adalah khas dari SS, yaitu bergaya Indisch, yang dicirikan dengan tembok tinggi kukuh yang pada gunungan atapnya diberi ornamen sulur-suluran dari besi tempa, serta jendela besar dengan jalusi besi.

Bangunan stasiun yang lama ini, akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya. (Red).

News Feed