oleh

Tingkatkan Fasilitas, TNI dan UT Bangun Sekolah Untuk Korban Gempa

-TNI Polri-125 views

 

 

Palu – koranprogresif.co.id – Pendidikan adalah satu-satunya cara sebuah bangsa meraih kemajuan. Apa pun situasi dan kondisinya

proses pendidikan harus terus berjalan, tidak terkecuali bagi anak-anak korban bencana. Itulah yang mendasari United Tractors (UT) menjalankan program pembangunan sekolah bagi anak-anak korban

gempa di palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

 

Bekerja sama dengan TNI Satgas penanggulangan Bencana, salah satu perusahaan Astra Group ini telah membangun empat sekolah yaitu SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 di Petobo, serta SD Islam Al Akbar dan SD Islam Iqro di Balaroa. Sebanyak 1.300 siswa sudah merasakan kembali pendidikan dari program ini. Pendirian sekolah ini dimulai sejak bulan Oktober dan selesai pada bulan November.

 

Meski terlihat sederhana namun fasilitas sekolah cukup lengkap, diantaranya perlengkapan belajar mengajar, ruang guru, arena bermain dan sarana MCK yang ramah anak.

 

Diakui Sara K Loebis, Corporate Communication Head UT, memastikan korban bencana bisa melanjutkan pendidikan juga membutuhkan usaha lebih. Sebanyak 127 relawan UT bersama TNI harus turun langsung mengajak guru dan siswa yang selamat untuk bersekolah kembali.

 

‘’Awalnya mereka takut berada di dalam ruang. Mungkin karena trauma dengan gempa. Karenanya kami juga mengadakan aktivitas trauma healing sebagai bentuk dukungan psikososial bagi siswa,’’ ujar Sara.

 

Bangunan sekolah yang didirikan UT bersama TNI ini bersifat semi permanen dengan ukuran 5 X 6 meter.

 

‘’Semi permanen ini untuk meminimalisir dampak gempa, juga mengurangi ketakutan guru dan siswa. Selain menghadirkan kembali sarana pendidikan yang layak, kami juga berharap sektor pemerintah maupun swasta lain dapat menggunakan sekolah ini sebagai acuan dalam pendirian sekolah di titik lain,” Ibu Masidah, Kepala Sekolah SDN Balaroa yang merasa sangat bersyukur atas bangunan sekolah yang baru setelah selama ini murid – murid belajar di tenda dengan kondisi darurat karena likuifaksi telah menghacurkan sekolahnya dan menewaskan empat orang muridnya.

 

Sementara murid – murid menyambut bahagia sekolah baru mereka, seperti yang dikatakan Farrel. “Di sini lebih nyaman, ruangan banyak angin, sejuk buat kami, lantainya bersih juga toilet yang bersih untuk kami,” imbuh siswa kelas 5 SD Negeri Balaroa ini.

 

Kini guru dan siswa di Petobo dan Balaroa lebih nyaman bersekolah, tidak lagi belajar darurat di tenda. Semangat belajar mereka muncul kembali karena program pembelajarannya juga dirancangkan lebih variatif dan menyenangkan.

 

Melengkapi program kemanusiaan di Palu, UT juga mendirikan sejumlah hunian sementara bagi para prajurit TNI yang juga menjadi korban bencana. (Red).

News Feed