oleh

Tgk. Sufaini: Mantan Petinggi GAM Harus Hormati Perjanjian Helsinki, Demi Keamanan & Kesejahteran Aceh

Banda Aceh – koranprogresif.co.id – Pimpinan Front Gerakan Marwah Aceh (FGMA), Tgk. Sufaini Syekhy memuji kinerja Polda Aceh yang sudah berhasil menangkap Kelompok Yahdi Cs beberapa waktu lalu. Di satu sisi saya turut mengapresiasi karena Polda Aceh sigap mengamankan mereka, sehingga tidak ada korban jiwa ekses dari video viral bernuansa SARA beberapa bulan yang lalu.

“Namun di sisi lain, saya tetap menyayangkan terhadap pihak-pihak yang seharusnya bertanggungjawab atas kondisi Aceh pasca 14 tahun perdamaian Helsinki yang belum menyentuh ke akar rumput bagi para mantan Kombatan GAM terutama dari sisi ekonomi,” ujar Tgk. Syekhy kepada media ini, Minggu (10/11/2019).

Menurutnya, masih banyak masalah-masalah yang belum selesai. Justru semakin banyak masalah-masalah baru yang timbul, ini semua disebabkan para Mantan Petinggi GAM telah mengabaikan para Kombatan di lapangan.

Dijelaskannya, Kelompok Yahdi Cs dan kelompok-kelompok lain yang masih bergerak untuk menuntut keadilan, ini disebabkan kurangnya perhatian dari pihak Mantan Petinggi GAM dan Pemerintah Aceh, yang terkesan lepas tanggung jawab atas kondisi tersebut. Seharusnya para Mantan Petinggi GAM, sejak awal bisa menghimbau kepada kelompok Yahdi Cs dan kelompok lain supaya tidak melakukan gerakan dengan cara-cara melawan hukum.

“Ini saya sangat kecewa kepada mereka yang selama ini tidak ada upaya-upaya pembinaan terhadap para mantan Kombatan,” tukas Tgk. Syekhy.

Lanjut Syekhy, buah perdamaian yang berjalan 14 tahun ini belum bisa memberikan rasa keadilan kepada rakyat Aceh khususnya Kombatan di lapangan. Saat ini yang terjadi justru timbul kesenjangan sosial yang sangat tinggi, para Mantan Petinggi GAM sibuk mengejar jabatan dan kekayaan.

“Saat inipun Lembaga Wali Nanggroe tidak ada fungsi pembinaan terhadap Kombatan dan masyarakat Aceh. Sementara para mantan Kombatan hidup di bawah garis kemiskinan dan tragisnya mengambil jalan pintas berbuat melawan hukum dan berbuat kriminal,” sebutnya.

“Perdamaian seharusnya bisa menciptakan Aceh yang damai untuk semua dan dapat menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya, bukan perdamaian hanya damai bagi mereka para Mantan Petinggi GAM saja,” sindir Syekhy.

Maka sebab itu, lanjut Syekhy, saya atas nama Pimpinan Front Gerakan Marwah Aceh (FGMA) dan juga GAM Independen menghimbau kepada semua pihak agar:

1. Meminta rakyat Aceh dan khususnya Kombatan GAM tidak terprovokasi atas penangkapan Yahdi Cs.

2. Meminta rakyat Aceh dan Kombatan untuk tidak melakukan gerakan melawan hukum.

3. Meminta para Mantan Petinggi GAM, Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk membentuk Tim Khusus yang independen dalam menyelesaikan persoalan Aceh serta melakukan pembinaan terhadap para mantan Kombatan GAM.

4. Mengapresiasi Polda Aceh dan jajaran keamanan di Aceh atas keberhasilannya menghentikan dan mengamankan kelompok Yahdi Cs tanpa korban jiwa.

5. Meminta pihak-pihak yang berkompeten, Polda Aceh dan stakeholder lain, guna menjaga perdamaian di Aceh agar supaya kasus Yahdi Cs bisa diproses dengan memberikan pembinaan. Para Mantan Petinggi GAM harus berani menjadi penjamin bagi mereka.

6. Mengharapkan tidak ada lagi gerakan-gerakan melawan hukum yang dilakukan oleh para mantan Kombatan GAM.

Untuk itu, persoalan keadilan di Aceh harus segera diwujudkan hingga ke akar rumput dan ini menjadi tugas tanggung jawab bersama khususnya Pemerintah Aceh dan para Mantan Petinggi GAM.

“Demikian pernyataan sikap kami. Jangan biarkan Mantan Kombatan GAM selalu jadi tumbal ketidakadilan. Mari kita jaga perdamaian tetap terpelihara untuk selama-lamanya di Bumi Serambi Mekkah, Aceh tercinta,” harap Tgk. Syekhy. (Ar).

News Feed