oleh

Terkait Tambat Tugboat, Dishub Barsel Akan Beri Teguran

-Nasional-467 views

 

Buntok – koranprogresif.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Daud Danda mengatakan, masih diperlukan peraturan berupa perizinan melalui peraturan daerah (perda) atau peraturan bupati (Perbup) dalam menertibkan izin tambat, terutama Tugboat di perairan Barito di wilayah Barsel, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dikatakan Daud Danda, sampai saat ini pihaknya masih belum memiliki payung hukum untuk menindak tegas tugboat-tugboat yang bertambat secara berjejer berlintang di alur ungai Barito, sehingga dapat menghalangi dan mengganggu alur pelayaran.

“Kita akan tetap memberikan teguran baik kepada nahkoda Tugboat maupun pemilik lanting (red-rumah terapung) tempat bertambat,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (08/03/2021).

Saat ini sungai Barito sedang mengalami pendangkalan akibat kemarau yang berlangsung lebih dari tiga minggu berjalan. Kapal-kapal Tugboat yang biasa mengopel Tongkang pengangkut Batubara tak bisa berlayar ke daerah hulu sungai Barito karena air surut.

“Mesti ada aturan agar kapal-kapal Tugboat itu dapat berkontribusi kepada daerah, disamping yang paling penting adalah keselamatan pelayaran di alur sungai Barito. Kita tak membiarkan kapal bersandar dengan cara berbanjar seperti itu. Itu menimbulan kerawanan kecelakaan sungai,” terang Daud Danda.

Dikatakannya lagi, sebenarnya pihaknya sudah pernah beberapa kali mengajak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Barsel, baik secara tertulis maupun meberi rekomendasi-rekomendasi untuk bersama-sama mengajukan Perda atau Perbup terkait izin tambat Tugboat-Tugboat di wilayah perairan Barito, khusus wilayah Barsel.

“Tapi pihak sana (red-DPM PTSP) belum ada jawaban,” tukas Daud.

Daud Danda mengakui bahwa, cara bertambat atau bersandar yang diperlihatkan puluhan Tugboat-tugboat di perairan sungai Barito di daerah sekitar Pelabuhan Pasar Lama Buntok itu adalah menyalahi aturan, terutama kemanan pelayaran di alur sungai.

“Kita tak boleh menunggu sampai terjadi kecelakaan dan baru bertindak,” tutup Daud.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, sejumlah Tugboat yang biasa mengopel Tonkang batubara terpaksa menunda pelyaran ke daerah hulu sungai Barito karena air sungai surut.

“Butuh air naik 3 meter baru kami berani mudik ke daerah hulu untuk memuat Batubara di daerah Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara,” ujar Saud, nahkoda Tugboat Brahma-8. (Ben Progresif).

News Feed