oleh

Terkait OTT KPK, Humas PN Jaktim: Tidak ada yg Negatif

-TNI Polri-128 views

 

Jakarta – koranprogresif.co.id – Humas PN Jaktim, Syafrudin Ainor rafiek menjelaskan, Panitera Pengganti yang diamankan KPK Rabu dinihari (28/11) diketahui bernama Muhamad Ramadhan dan tengah mengajukan cuti. Kemudian, perihal pengajuan cuti sempat ditunda oleh kepala pengadilan (KPN jaktim ) dikarenakan yang bersangkutan tersandung kasus dalam perkara PN Jaksel.

“Beliau meminta cuti dan dipending oleh KPN Jaktim. dipending ternyata beliau tersandung kasus ini. Ini sebetulnya tidak ada hubungannya dengan PN Jaktim. “Tidak ada yang negatif,” kata Syafrudin Ainor Rafik kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Ia menambahkan, Muhammad Ramadhan dilingkungan PN Jaktim bersosialisasi dengan baik sesama rekan-rekan di kantor pengadilan dan tidak menunjukkan perilaku negatif. Dan katanya lagi, dirinya mengenal panitera pengganti itu hanya sebatas hubungan pribadi pada saat kegiatan olahraga.

“Untuk kesehariannya bagus, beliau dari Jaksel kinerjanya di Jaktim bagus. Kalau saya hubungan pribadi hanya sebatas olahraga, beliau aktif ditenis dan bulu tangkis,” ujarnya.

Saat ini KPK telah memeriksa 5 orang yang diamankan ketika OTT dini hari lalu terkait perkara yang ada di PN Jaksel yang melibatkan oknum Hakim, Panitera Pengganti, Advokad dan yang berperkara.

Muhammad Ramadhan yang terciduk lembaga anti rasua tersebut, dikemudian hari tugas dan tanggung jawabnya akan digantikan oleh Panitera Penganti yang lainnya. Atas keterlibatan perkara di PN Jaksel, Ainor menegaskan OTT KPK itu terjadi selepas pulang kantor.

“Itu nanti Ramadhan ini jadi tersangka segala sesuatu dengan yang ada di Pak Ramadhan itu akan diambil dan akan diganti dengan panitera pengganti lainnya. Karena dalam suatu majelis itu ada 4 hakim dan beberapa panitera,” tambahnya.

Menurut Ainor, Panitera Pengganti (PP) yang diamankan KPK dalam tangkap tangan pada Rabu dini hari (28/11), hingga saat ini PN Jaktim masih menanti informasi lebih lanjut dari Mahkamah Agung Republik Indonesia. Untuk lokasi penangkapan dijelaskan kembali oleh Humas, objek perkara terjadi di Jakarta Selatan tentang perkara hukum yang menyangkut didalam PN Jaksel.

“Keterlibatan saudara Ramadhan tertangkap setelah jam kantor, artinya setelah jam dinas oleh karenanya itu adalah sifat dari Ramadhan itu sendiri,” jelas Humas PN Jaktim. (Rd/Ev).

News Feed