oleh

STIKMAH Halut Masuk Prolegnas Percepatan penanganan Covid-19 dalam Riset Suplemen

Halut – koranprogresif.co.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (STIKMAH) Tobelo Halmahera Utara akhirnya menjadi salah satu universitas swasta yang dipercaya pemerintah dalam program nasional percepatan penanganan Covid-19 melalui suplemen Herbalove untuk diuji klinis ke pasien.

Kampus besutan dr. Arend L. Mapanawang ini rencananya pada beberapa minggu kedepannya bakal melakukan uji klinis 2 produk suplemen herbalof yakni gularen dan pangeat ke pasien Covid-19.

“Uji klinis ini dilakukan berdasarkan program nasional, dimana STIKMAH Tobelo menjadi salah satu kampus dari 3 kampus swasta lainnya yang disetujui riset suplemen kaitan percepatan penanganan Covid-19,”Jelas dr. Arend L. Mapanawang.

Ia menyebutkan, pihaknya telah menyediakan sampel dan selanjutnya akan disampaikan teknis pengujian suplemen ke Gustu Covid-19 dan pasien terkait dengan penggunaan suplemen tersebut.

“Kami sementara menyiapkan administrasi, selanjutnya akan ada penjelasan ke pasien, penjelasan tim dan infom konsen kaitan persetujuan mengkonsunsi suplemen dalam uji klinis program nasioal,”Ungkapnya.

Ia menuturkan, terkait dengan rencana uji klinis ini, sudah disampaikan ke ketua Bupati (Ketua Gustu), Kodim 1508/Tobelo dan Polres.

Selain itu, rencananya ke Gubernur didalamnya Kadis dan rumah sakit terkait di Ternate dan Gustu kaitan rencana uji klikis percepatan penanganan covid 19 yang diselenggarakan pemerintah pusat lewat istana dan tim teknis Kemenristekdikti.

“Kami berterima kasih kepada Presiden RI dan kementerian terkait yang diminta ke STIKMAH Tobelo untuk memasukan proposal. Alhasilnya, dari 5500 proposal yang masuk, salah satunya STIKMAH Tobelo masuk dalam konpresium dimana masuk untuk uji kliknis dan produksi herballof, gularen, pangeat dan bintang laut.

Untuk bintang laut masih menunggu hasil uji. Namun tahap ini, 2 produk suplemen Herbalove yakni gularen dan pangeat yang akan dilakukan uji klinis. Keduanya masuk dalam berita acara yang dikeluarkan pusat, sesuai dengan desain dan sampel. Dimana pada 18 Mei lalu telah diumumkan proposal yang diterima, dimana kurang lebih 55 produk unggulan yang diterima Kemenristek, kemudian istitusi swasta sebanyak 3 universitas dan salah satu STIKMAH Tobelo, sedangkan 2 diantaranya Unibersifas Al-Ashar dan UPH Pelita Harapan, serta perguruan tinggi negeri lainnya diantaranya UGM, Universitas Air Langga, dan ada beberapa Balai lainnya masuk dalam percepatan penganaan Covid-19 ini. Sementara pada 20 Mei lalu, Presiden RI telah melakukan lounching didalamnya Gulaaren dan Pangeat masuk sebagai suplemen,” terangnya.

Olehnya itu, kaitan uji klinis suplemen yang nantinya dilakukan, pihak STIKMAH Tobelo berharap dapat mempunyai hasil baik. “Jika dari ratusan sampel yang disediakan dapat memberikan hasil yang baik, akan dilihat apakah akan dilakukan penyediaan obat tradisional terstandar atau hanya suplemen. Nanti akan dilihat kalau hanya suplemen maka tidak perlu uji klinis.

“Kami dari pihak STIKMAH lewat suplemen tersebut, yang terpenting sudah memenuhi ijin dari BPOM dan mudah-mudah berjalan baik sesuai yang direncankan. Namun karena diminta melakukan uji kliniks maka sementara dilakukan kelengkapan administrasi sebagai syarat yang diperlukan,” paparnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan rencanaya akan dilakukan uji klikis mulai 1-2 minggu kedepan, dan jika berhasil sesuai yang diharapkan, maka pihak herballove akan memprosesnya ke tahapan lainnya.

“Untuk saat ini, salah satu uji klinis tahap awal adalah sosialisasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tahapan untuk segera melakukan uji kliniks berdasarkan perintah Presiden. Jika berhasil maka kami akan memprosesnya ke tahapan lebih lanjut dengan memproduksi lebih banyak lagi,”tandasnya. (Red)

News Feed