oleh

STATUS KASUS DUGAAN PENYIMPANGAN DANA PENGEMBANGAN RS BOEJASIN DINAIKKAN

Banjarmasin – koranprogresif.co.id – Dugaan adanya penyimpangan peggunaan dana pengembangan Rumah Sakit H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut provinsi Kalsel tahun 2014 hingga tahun 2018, dengan nilai lebih kurang Rp 7 Miliar, yang ditangani oleh Tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Kalsel, kini status nya telah di tingkatkan menjadi penyidikan umum.

Menurut Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel Dwianto Prihartono, SH, MH, Penyelidikan dimulai pada bulan Maret 2020 ditingkatkan statusnya setelah Tim penyidik memperoleh
keterangan dari saksi dan beberapa alat bukti yang menunjukkan adanya dugaan melawan hukum. “Dengan petunjuk beberapa saksi dan alat bukti, akhirnya kasus tersebut kita naikkan kepenyidikan,” tutur Dwianto, Selasa (30/6).

Untuk kerugian keuangan negara, sementara masih belum diketahui karena masih dalam proses hitung-hitungan dan kini tengah berkordinasi dengan BPK RI.

Mengenai siapa yang bertanggungjawab, dia mengatakan masih mendalaminya. “Kita masih mendalami dengan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan siapa Tersangkanya,” bebernya.

Terkait saksi, hingga dinaikkan kepenyidikan, dikatakan sudah ada sekitar 20 saksi yang diperiksa.
“Semua saksi dari PNS atau pegawai RS H Boejasin khususnya yang terlibat dengan pengelolaan pengembangan dana tersebut,” pungkasnya. (MN).

News Feed