oleh

SOSOK YANG TEPAT DJAFAR BADJEBER SEKJEND PARTAI HANURA 2019 – 2024

-Opini-213 views

Oleh: Agus Abdullah

 

Jakarta – koranprogresif.co.id – Saya, selaku mantan aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan dari berbagai OKP yang ada serta kelompok Islam tertentu maupun di saat waktu yang lalu saya, selaku Staf Khusus Komisi I DPR – RI Bidang Politik Luar Negeri Fraksi Partai Golkar (2006 – 2008) / Kejaksaan Agung RI, Marzuki Darusman alias bang Kiki dan Keluarga Dr Kasmawati Basalamah Makassar, Komisi IX Bid Kesehatan DPR RI Partai PBR (2008 – 2009) serta hubungan silaturahmi dalam konteks KK – Adek bersama Kak Bachtiar Chamsah, tentu dalam perjalanan inilah saya dapat mengenal sepak terjang saudara Djafar Badjeber dalam dunia politik Islam dan eksistensi perjalanan politiknya maupun sebuah buku hasil karya pemikirannya “DJAFAR BADJEBER DALAM PUSARAN POLITIK“ yang saya baca.

Ketika saya pun menjadi salah satu pengurus KAHMI – MADIUN/Jln Menteng Jakarta Pusat (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dengan ketua umum Presidium, Dr Fuad Bawazier yang serta merta saya mengenal semua tokoh politik nasional maupun tokoh intelektual dan pengamat politik dikala saudara ada Andi Malarangeng, Imam Prasodjo, Ryas Rasyid, Anas Urbaningrum, Marwah Daud Ibrahim, Dewi Fortuna Anwar, Zainuddin MZ, Zaenal Marif, Didiek J Rachbini, Pramonong Anung, Arifin Panegoro, JK, Aksa Mahmud, Yusril Ihzamahendra, Hamdan Zoelva, Kamrussamad, Irwan Maruli, Bachtiar Chamsah, Fadli Zon, Berliana K dll

Mengingat dikala waktu saya menjadi moderator diskusi keluarga besar KAHMI pada masa lalu, melalui para sahabat kelompok Islam dan salah satu partai politik Islam yaitu partai PBR pimpinan ketua umum KH. Zainudin MZ (Da’i Kondang Sejuta Ummat) dan Sekjend Djafar Badjeber.

Hadirnya Sosok Djafar Badjeber dipentas politik nasional, dalam dinamika sosial politik keislaman dan kebangsaan telah mewarnai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan Statement yang disikapinya dalam ruang demokrasi politik legislatif.

Selain demikian diatas tersebut, terdapat dalam jiwa seorang Djafar Badjeber yang bernilai keberagaman atau nasionalis yang dimilikinya dengan sikap selalu mengakomodatif terhadap kelompok atau golongan yang berbeda serta aliran politik manapun.

Rumah Ka’bah yang di nahkodai utama oleh Djafar Badjeber untuk mengaktualisasikan pemikiran dan langkah strategi politik keislamannya cukup memberikan andil yang besar untuk kebesaran partai PPP, sehingga menjadi partai besar secara keumatan untuk Indonesia

Sikap politik dan ketegasan saudara Djafar Badjeber inilah, menjadi ruang dimensi utama bagi kader partai yang berada dalam proses pembelajaran politik sehingga menjadi cerminan untuk kelangsungan kemajuan kader partai, serta menciptakan kesuksesan kaderisasi yang terwariskan olehnya terhadap demokrasi partai politik Islam

Kini akhir perjalanan seorang anak pesantren Gontor ini, menuaikan sunnah pemikiran politiknya bersama tokoh Islam lainnya yaitu hadir saudara Alm Tuty Alawiyah, Fuad Bawazier, Marwah Daud Ibrahim, Bachrudin Tonty dan sammoel Kotto yang merupakan PENDIRI PARTAI HANURA dalam konteks pemikiran keislaman dan ke-Indonesia-an sebagai tujuan menghadirkan partai baru yang bernama PARTAI HATI NURANI RAKYAT yang berlandaskan NILAI DASAR PERJUANGAN PARTAI (NDP PARTAI) yaitu: Ketakwaan, Kemandirian, Kebersamaan, Kerakyatan dan Kesederhanaan.

News Feed