oleh

Soal Masa Berlaku Izin Tinggal Terbatas, PT. PIR Tetap Pekerjakan TKA

-Nusantara, Sosbud-1.707 views

Buntok – koranprogresif.co.id – Rumor yang menyebut bahwa PT. Palopo Indah Raya (PIR) mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal mendapat bantahan dari pihak manajemen perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan Batubara itu. Bahkan manajemen PT. PIR yang berkantor Pusat di Jalan Kedungdoro Sawahan Surabaya Jawa Timur namun beroperasional di daerah Desa Patas II, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu memastikan TKA yang bekerja di perusahaan mereka memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang masih berlaku.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barsel, Agus In’Yulius ST MT didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jamsostek Alamsyah SP membenarkan rumor yang berkembang ditengah masyarakat itu. Namun, dia membantah kalau soal TKA yang bekerja di PT. PIR itu luput dari pengawasan dan pemeriksanaan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

“Tak benar terkait rumor itu. Kami sendiri menerima tembusan surat Nomor 26/PIR-PTS/OPS/A/IV/2021 bertanggal 1 April 2021 perihal laporan TKA yang bekerja di perusahaan tersebut,” ucap Alamsyah, Rabu (07/04/2021) sore.

Ditegaskan Alamsyah bahwa, HRD PT. PIR, AS Dardiri dalam suratnya itu menyampaikan perihal tersebut ke pihak Imigrasi Kelas I Palangka Raya terkait laporan TKA yang bekerja di perusahaan mereka per Maret 2021.

“Dari empat TKA yang berasal dari Korea Selatan, tak ditemukan Izin Tinggal Terbatas atau ITAS yang habis masa berlakunya,” sebut Alamsyah.

TKA atas nama Jinsu Park (penasehat teknik pertambangan) berakhir masa ITAS pada 8 Februari 2022. TKA atas nama Sehun Um (teknical advisor) pada 30 September 2021, Lee Jinhu (penasehat riset dan pengembangan) berakhir 10 Mei 2021, dan Park Jonggon (penasehat pemasaran) berakhir 2 Mei 2021.

“ITAS ini berlaku dua tahun dan bisa diperpanjang lagi,” terang Alamsyah.

Itulah, imbuhnya, mengapa pihak manajemen PT. PIR memberikan laporan ke pihak Imigrasi Palangka Raya terkait eksistensi TKA yang bekerja pada perusahaan mereka. “Ini agar tak terjadi pelanggaran baik oleh perusahaan maupun oleh TKA bersangkutan,” ujarnya.

“Selain Disnakertrans Barsel, surat perihal yang sama terkait TKA yang dipekerjakan di perusahaan tersebut juga ditembuskan oleh HRD PT. PIR ke Polres Barsel dan Polsek Gunung Bintang Awai,” ujar Alamsyah mengakhiri. (Ben Progresif)

News Feed