oleh

SEPEKAN DALAM PELAYARAN KRI BIMASUCI TIBA DI KOBE

 

Surabaya – koranprogresif.co.id – KRI Bimasuci yang tergabung dalam Satuan Latihan Kartika Jala Krida 2019, yang membawa Taruna Akademi Angkatan Laut Tingkat III Angkatan ke-66 akhirnya tiba di Kobe, Jepang pada Kamis (23/08) waktu setempat.

Untuk menuju Jepang setelah melaksanakan lawatan ke Phillipina, Satlat KJK 2019 harus menempuh pelayaran selama 8 hari menggunakan KRI Bimasuci yang dikomandani Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr. Hanla, yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas Pelayaran Duta Bangsa atau Kartika Jala Karida 2019.

Sementara itu, kedatangan KRI Bimasuci di Kobe disambut hangat oleh Kapten Hiroyuki Terada, selaku Komandan Korps Pangkalan Hanshin Japan Maritime Self Defence Force (JMSDF).

Pada kesempatan tersebut, juga dijadwalkan upacara penerimaan Satgas KJK 2019 oleh Konsul Jenderal RI di Osaka Mirza Nurhidayat, yang dilaksanakan di Hall Pangkalan Hanshin JMSDF.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Osaka Mirza Nurhidayat menyampaikan bahwa suatu kebanggaan tersendiri bagi warga Negara Indonesia yang berada di Jepang, melihat KRI Bimasuci berada di Pangkalan Hanshin.

Sedangkan Komandan Satlat KJK 2019, Letkol Laut (P) Waluyo, S.H., M.Tr.Hanla dalam sambutannya menerangkan bahwa KRI Bimasuci adalah kapal latih tiang tinggi yang dibuat di Freire Shipyard, Vigo – Spanyol pada tahun 2017.

Kapal ini dibuat untuk menggantikan Sang Legendaris KRI Dewa Ruci sebagai kapal latih untuk Taruna AAL.

Dalam pelayaran Satlat KJK 2019, kapal ini membawa 190 pesonel yang terdiri atas 15 perwira, 74 kru, 18 staf latihan dan 83 Taruna dan Taruni AAL.

“Seperti yang kita tahu bahwa di Asean, kita mempunyai banyak isu terutama di bidang sektor maritim seperti pembajakan, klaim wilayah, dan wilayah perikanan. Dengan motto kami, Maritime Fulcrum Brotherhood kita akan meningkatkan pertemanan dan lebih mengerti antar negara di ASEAN. Saya harapkan pertemuan kita kali ini menjadi tanda untuk menjadikan hubungan kita menjadi lebih dekat,” pungkasnya di akhir sambutan.

Seperti yang kita tahu bahwa di Asia, kita mempunyai banyak isu terutama di bidang sektor maritim seperti pembajakan, klaim wilayah, dan wilayah perikanan. “Dengan motto kami, Maritime Fulcrum Brotherhood kita akan meningkatkan pertemanan dan lebih mengerti antar negara di Asia. Saya harapkan pertemuan kita kali ini menjadi tanda untuk menjadikan hubungan kita menjadi lebih dekat,” pungkasnya di akhir sambutan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Jota Yamamoto selaku duta besar Jepang untuk wilayah Kansai, Kolonel penerbang Edwardus Wisoko selaku Atase pertahanan KBRI Tokyo, para staf KBRI, dan para pasukan beladiri Jepang.

News Feed