oleh

SELISIH PAHAM ANTARA WARGA, DI MEDIASI BABINSA SERKA ASKE SUOTH KORAMIL 1310-05/KAUDITAN

Minut -koranprogresif.co.id- Bertempat di Kantor Desa Tontalete Rok-Rok Kec. Kema, Kab Minut, Babinsa Srk Aske Suoth melaksanakan pembinaan serta menyelesaikan permasalahan warga binaan terkait selisih paham, (25/4/2019).

Selisih paham warga Desa Tontalete terkait dugaan hilangnya 30 buah kelapa di kebun milik Ibu Lidia Palengkahu yang menyebabkan terjadinya adu mulut dengan Ibu Yeice Narayet (35) Desa Tontalete Rok-Rok Jaga 2 Kec. Kema, Kab Minut .
Berawal pada tanggal 15 April, seminggu yang lalu dikebun milik Ibu Lidia Palengkahu telah dilakukan panen kelapa oleh Bpk Frangky Londong (suami dari ibu Lidia). Ketika buah kelapa selesai di panen sebanyak -+ 50 buah Bpk Frangky dan Ibu Lidia tidak sempat mengumpulkan buah kelapa tersebut.
Keesokan harinya mereka pergi ke kebun untuk mengumpulkan buah kelapa tersebut, namun buah kelapa sudah berkurang dan pagar kebun yang mereka pasang pun telah dirusak serta dirobokan oleh orang yang tidak dikenal.
Ketika mereka melihat dirumah milik Ibu Yeice Narayet ada buah kelapa sekira 30 buah, disangka buah kelapa yang hilang dikebun mereka itu, adalah buah kelapa milik mereka.
“Karena buah kelapa itu sama dengan buah kelapa kami yang besar-besar,” ujar Ibu Lidia.
Tanpa ditanya lebih dahulu, mereka sudah menuding bahwa buah kelapa itu adalah milik mereka. Akhirnya terjadilah perdebatan mulut yang hebat. Tidak menerima tuduhan dari Ibu Lidia, Ibu Yeice langsung melaporkan hal itu ke Hukum Tua Rok-Rok untuk diselesaikan kebenarannya.
Hukum Tua menyampaikan, hal ini bisa kita urus dan diselesaikan setelah pemilu selesai, karena masih sibuk.
“Nanti setelah selesai pemilu masalah ini diselesaikan, karena masih sibuk,” ungkap Hukum Tua Rok-Rok.
Ibu Hukum Tua memohon langsung meminta bantuan Babinsa Serka Aske Suoth untuk dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Dalam mediasi yang dilakukan Babinsa, Ibu Yeice menjelaskan bahwa buah kelapa tersebut, mereka beli dari Ibu Selvi dan bukan di ambil di kebun milik Ibu Lidia.
“Buah kelapa yang ada di halaman rumah saya, saya beli dari ibu Selvi,” jelas Ibu Yeice.
Langkah yang diambil oleh Babinsa Serka Aske Suoth anggota Koramil 1310-05/Kauditan adalah mendamaikan kedua bela pihak, karena ini hanya selisi paham.
“Agar keduanya saling memaafkan, dan tidak ada lagi keributan,” tegas Serka Aske.
Aakhirnya keduanya sepakat utk berdamai sambil berjabatan tangan dan ditutup dengan doa oleh Ibu Hukum Tua. (Red)

News Feed