oleh

Satgas TMMD Batang, Siap Wujudkan Akselerasi Percepatan Pembangunan

-TNI Polri-241 views

Batang – koranprogresif.co.id – Jalan Penghubung Pedukuhan antara Dukuh Durensari dan Dukuh Durenombo terlihat mulus Berkat TMMD yang Tulus,sejumlah tentara bersama warga saat membangun jalanan di Desa Durenombo kecamatan Subah, Kabupaten Batang, di sela aktivitas program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018.

Jalanan pedukuhan, yang panjangnya mencapai 2.359 meter sebelumnya tampak becek jika hujan, bebatuan besar tak beraturan yang sangat kasar sehingga sulit dilalui. Tapi kini, di jalan yang lebarnya 3 meter itu sudah berubah karena sudah mulus teraspal. Warga pun bisa memanfaatkan jalan yang merupakan akses utama ke luar dan masuk ke desa tersebut.

“Syukurlah sekarang jalanan di desa kami sudah diaspal dan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar salah seorang warga setempat, Slamet.

Ungkapan petani berusia 52 tahun tersebut diamini oleh H.Sireng yang merupakan Kepala Desa Durenombo.

Menurut dia, lokasi desa yang berada di kawasan perbukitan dengan jarak sekitar 8 kilometer dari pusat kota Kecamatan Subah, membuat wilayahnya semula hampir tak disentuh pembangunan.

“Desa kami terpencil dan jarang disentuh pembangunan. Tapi syukurlah sekarang sudah berubah setelah ada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Sekali lagi, terima kasih,” ucap Kepala Desa tersebut.

Pengaspalan jalan merupakan satu di antara beberapa program yang dilakukan dalam rangka TMMD ke-103 tahun 2018. Khusus di Desa Durenombo tersebut, 150 prajurit sejak 15 Oktober hingga 15 Nopember 2018 berada di kampung mereka.

Diakui H.Sireng, awalnya warga sempat khawatir karena takut desanya akan dihuni tentara-tentara yang dikenal sangat tegas serta terbayang sosok seram dan kaku.

“Ya takut karena tidak pernah ada tamu tentara. Tapi setelah berbaur beberapa hari saja, warga malah senang dan cepat akrab,” katanya, Sabtu (3/11/2018).

Selain membuat jalanan menjadi mulus, tentara bersama warga bahu-membahu merehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan talut, jembatan hingga pembuatan pos keamanan lingkungan.

Tak itu saja, keakraban antara warga dan tentara semakin terasa saat aktif dalam penyuluhan bencana dan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan dan sanitasi, penyuluhan undang-undang perkawinan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan bahaya narkoba, pengobatan gratis, pelayanan KB, dan penyuluhan pendidikan.

“Urgensi TMMD mengandung Subtansi dua aspek yaitu aspek kesejahteraan masyarakat serta aspek pertahanan dan keamanan,” kata Komandan Kodim 0736/Batang, Letkol Kav Henry Rudi Judiyanto Napitupulu.

Sinergitas dua aspek tersebut, kata dia, menjadikan TMMD program terpelihara dan menjadi solusi dalam pembangunan, terutama di daerah terpencil, bahkan yang tidak terjangkau pembangunan.

Ia menerangkan, kegiatan TMMD bersifat fisik dan nonfisik, yaitu berupa pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan hidup masyarakat, serta sebagai sarana penyadaran masyarakat terhadap pentingnya kehidupan berbangsa maupun bernegara.

“Selanjutnya, dipertimbangkan sasaran yang paling cocok dengan kriteria menyangkut kepentingan hidup dan bisa langsung dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” katanya. (Red/Pendim 0736).

News Feed