oleh

PT TOP Klarifikasi warga Janjikan Pekerjaan Atas Pelepasan Lahan

Buntok – koranprogresif.co.id – Akibat mulut badan binasa. Mungkin pepetah lawas ini yang dialamatkan kepada H. Ali, warga Desa Teluk Timbau Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Suatu ketika, manajemen PT Talen Orbit Prima (TOP) yang bermarkas di Buhut Kabupaten Kapuas meminta jasa Pak H. Ali untuk mencarikan lahan buat kepentingan operasional perusahaan tersebut di daerah Desa Teluk Timbau.

Sebidang tanah yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan PT TOP pun kemudian didapatkan oleh H. Ali di Desa Teluk Timbau.

“Kami tak tahu bagaimana beliau (red-H. Ali) mendapatkan lahan tersebut. Kami tidak pernah menjanjikan akan memberi pekerjaan kepada keluarga pemilik lahan seperti yang dijanjikan oleh Haji Ali kepada pemilik lahan,” terang Dandin Suryadi, pejabat External Partnership PT TOP saat memberi klarifikasi di Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakerterans) Kabupaten Barsel, Kamis (11/03/2021).

Pertemuan klarifikasi yang dilaksanakan pada hari libur itu adalah sesuai janji pihak PT TOP dan disnakertrans Kabupaten Barsel. “Kita memberi klarifikasi hari ini sesuai dengan janji kami meski hari libur atau tanggal merah,” terang Dandin.

Dikatakan, sebagaimana kesesuaian dokumen jual beli maupun dokumen yang menyangkut pelepasan lahan milik warga di Desa Teluk Timbau kepada perusahaa, tidak sedikitpun mencatumkan soal “janji akan” menerima keluarga pemilik lahan untuk berkerja di PT TOP.

“Ini mikomunikasi saja antara Pak Haji Ali terhadap warga pemilik Lahan. Perusahaan tidak pernah menjanjikan sesuatu apapun selain membayar harga lahan sesuai dengan kesepakatan,” ujar Dandin.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakertrans Kabupaten Barsel, Alamsyah SP membenarkan tentang klarifikasi pihak External Partnership PT TOP tersebut.

Diceritakan Alamsyah, pada awalnya sebanyak empat orang warga Desa Teluk Timbau Kecamatan Dusun Hilir menuntut pihak perusahaan PT TOP di Buhut Kabupaten Kapuas atas janji yang akan memperkerjakan mereka. Namun karena tak ditanggapi pihak perusahaan, maka empat warga ini mengadu persoalannya ke Disnakertrans Barsel.

“Dengan adanya klarifikasi dari pihak external partnership PT TOP tadi, kami jadi faham duduk persoalannya,” bebernya.

Alamsyah mengatakan, sebelumnya kami berterima kasih kepada PT. TOP yang sudah bersedia datang memenuhi panggilan kami, dan ini merupakan niatan yang baik dan ini merupakan kerjasama yang baik dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Setelah ini kami akan segera menyampaikan laporan tersebut ke Bupati Barsel, fakta dan data memang benar demikian dan akan menjadi bahan selanjutnya,” pungkasnya. (Ben Progresif).

News Feed