oleh

PT. AMR Tak Perpanjang Kontrak Karyawan

-Nusantara, Sosbud-1.693 views

Buntok – koranprogresif.co.id – Sejumlah karyawan yang berasal dari Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang habis masa kontrak kerja dengan PT Anugerah Mandiri Rafindo (AMR) terpaksa menganggur. Sebab perusahaan yang bergerak dalam bidang bongkar muat tambang Batubara itu kini tak lagi memperpanjang kontrak kerja bagi sejumlah karyawannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Barsel, Agus In’Yulius ST MT, didampingi Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek, Alamsyah SP, di ketika memfasilitasi penyelesaian pengaduan karyawan PT AMR di aula disnakertrans setempat terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut, Selasa (23/03/2021) kemaren.

“Mau tidak mau salah satu langkah terbaik bagi perusahaan, agar perusahaan tetap aktif dan bisa operasional , ya salah satunya penggurangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau penggurangan karyawan,” beber Alamsyah.

PT AMR mendapat pengaduan dari salah seorang karyawannya bernama Amri Rafsanjani Abdi lantaran yang bersangkutan tak lagi kunjung mendapat kontrak kerja baru yang berakhir 30 Desember tahun lalu.

“Kepedulian terhadap warga lokal untuk dipekerjakan pada perusahaan PT AMR ini yang diadukan oleh karyawan,” ucap Alamsyah.

Alamsyah yang bertindak sebagai fasilitator pada tingkat Tripartit ini mengakui bahwa PT AMR yang beroperasional di wilayah Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barsel itu sempat menolak penyelesaian masalah ketenagakerjaan mereka mengingat perusahaan ini berkantor pusat di Kabupaten Kapuas.

“Baru panggilan ketiga ini pihak perusahaan PT AMR yang berkantor pusat di Kapuas ini dapat berhadir dalam menyikapi persoalan pengaduan karyawan mereka yang berasal dari Barsel,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut Alamsyah, setelah dirinya melakukan verifikasi data di perusahaan tersebut, ternyata dari tujuh karyawan lokal PT. AMR ini, sebanyak lima diantaranya sudah berakhir masa kerjanya, sedangkan yang dua lagi diperpanjang kontarknya oleh pihak perusahaan.

“Terkait wilayah kerja PT. AMR terjadi miskomonikasi dengan pihak Disnaketrans Kapuas, selanjutnya ke depan pihak perusahaan akan melaporkan soal ketenagakerjaan ke Disnaketrans Barsel secara keseluruhan,” imbuh Alamsyah sembari menyebut bahwa persoalan domisili kantor PT AMR itu sudah kelar terklarifikasi.

Kedepan, sebut Alamsyah lagi, kontrak kerja karyawan PT AMR akan disahkan di Disnaketrans Barsel. Sedangkan untuk masalah karyawan yang bernama Amri itu memang berakhir dan tidak diperpanjang lagi oleh pihak PT. AMR sebagai efesiensi dengan pengurangan volume pekerjaan dan target produksi Batubara selama pandemic Covid-19 yang belum berakhir.

“Kemungkinan kalau perusahaan sehat dan bisa beraktivitas seperti biasanya, karyawan yang tidak diperpanjangan kontrak kerjanya tadi kembali akan ditarik oleh manajemen PT AMR,” tutup Alamsyah. (Ben Progresif)

News Feed