oleh

PROGRAM DESA ORGANIK KEDEPAN, BISA HADIRKAN MANFAAT POSITIF BAGI KESEHATAN DAN LINGKUNGAN

-Nusantara-115 views

Lamsel – koranprogresif.co.id – Bicara pertanian organik tidak lepas dari penggunaan bahan organik sejak pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, panen dan pasca panen.

Tanaman sayuran dan buah organik sudah sejak beberapa tahun lalu mulai digalakan di beberapa daerah dan ada beberapa pasar yang khusus menjual hasil pertanian organik dan diketahui harga jual produk organik jauh lebih tinggi dibandingkan hasil pertanian yang selama ini dikomsumsi (Non Organik).

Meskipun harga produk pertanian organik lebih tinggi, namun belum banyak petani yang melakukan budidaya pertanian organik, karena ada beberapa kendala diantaranya penerapan dan cara pertanian organik dan petani banyak yang belum mengetahui pasar penjualan hasil pertanian organik, kesulitan-kesulitan tersebut dialami oleh para petani organik pemula.

Melihat kondisi seperti ini, selayaknya semua pihak bisa mendukung terutama dinas – dinas terkait tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat baik dari cara budidaya hingga pemasaran mengingat besarnya manfaat budidaya pertanian organik dari segi kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan pertanian organik ini sudah dicanangkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2016 dengan Program 1000 Desa Organik untuk 1000 kelompok tani yang tersebar diseluruh Indonesia dan diharapkan dari kelompok – kelompok tani tersebut akan menjadi motor penggerak untuk pelaksana sekaligus mensosialisasikan manfaat pertanian organik. Namun Program Desa Organik ini sempat terhenti di tahun 2017 dan baru dilaksanakan kembali pada awal tahun 2018.

Provinsi Lampung adalah salah satu daerah yang melaksanakan program tersebut dan di Provinsi Lampung ada belasan kelompok tani pelaksana kegiatan dan tersebar di beberapa Kabupaten diantaranya Lampung Selatan, Tanggamus, Tulang Bawang, Lampung Barat dan Kabupaten Lampung Tengah.

Dari 12 kelompok tani pelaksana tersebut, dilakukan beberapa jenis budidaya yaitu sayuran organik, buah pisang organik, buah salak organik dan buah manggis organik.

Program Desa Organik yang dilaksanakan Kelompok Tani (Poktan) di provinsi Lampung dan dari setiap kelompok tani didampingi satu orang fasilitator ini, nampaknya didukung penuh oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, bahkan beberapa waktu lalu Dinas TPH Provinsi Lampung melakukan evaluasi kegiatan pertanian organik ini dengan menghadirkan seluruh fasilitator dan ketua kelompok tani pelaksana dari masing-masing kabupaten.

Saat itu fasilitator dan petani diminta menyampaikan kendala dibawah yang dihadapi sekaligus mereka (Fasilitator) menerima masukan dan arahan dari Kabid Hortikultura, Muverdi dan Kabid Proteksi Ir. Bagiyo Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung agar terus bersemangat menjadi motor penggerak pertanian organik mengingat pentingnya dan banyaknya manfaat dari pertanian organik baik untuk kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Dari hasil wawancara dari para fasilitator dan petani sebagai pelaku utama diantaranya Hasbuloh, Wahono dan lainnya yang berhasil dihimpun mereka berharap semua pihak mendukung kegiatan pertanian organik.

“Kami harap dari para penyuluh, UPT, Dinas Kabupaten, aparat desa, tokoh masyarakat semua mendukung keberhasilan program desa organik, sejak budidaya hingga pemasaranya nanti mengingat besarnya manfaat yang bisa kita ambil baik untuk komsumsi makanan sayur dan buah sehat juga utamanya untuk mengembalikan kesuburan tanah di lahan pertanian kita, karena sudah puluhan tahun kita selalu menggunakan bahan kimia dan saatnya kita mulai sedikit demi sedikit menggunakan pupuk kompos demi kesuburan tanah untuk anak cucu kita nanti,” pungkasnya. (AW).

News Feed