oleh

PRODI D3 KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES MALUKU, TERIMA MATERI EVAKUASI MEDIS LAUT DAN SELAM DASAR

Ambon – koranprogresif.co.id – Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Maluku menerima pelajaran selam dasar dan Evakuasi Medis Laut (EML).

Mahasiswa yang ikut serta sebanyak 105 orang, kegiatan dilaksanakan di laut belakang Gedung Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan Lantamal IX Ambon, Selasa (30/04/2019).

Kepala Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Karumkital), dr. F. X. Suhardjo Lantamal IX Letkol Laut (K) Ali Setiawan, Sp.B dalam arahannya menyampaikan aktifitas kelautan sangat tinggi, tidak menutup kemungkinan resiko bahaya kecelakaan di laut sangat tinggi.

Pengetahuan EML akan menjadi bekal ketrampilan bagi para mahasiswa setelah menamatkan pendidikan serta melakukan pengabdian di masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang sulit.

Selain itu juga, menekankan kepada mahasiswa memperhatikan materi yang diberikan oleh instruktur sehingga materi dapat diterima dengan baik sehingga dapat diaplikasikan dalam situasi yang sebenarnya.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang menambahkan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena selain Evakuasi Medis Laut Mahasiswa juga dikenalkan salah satu olahraga perairan yang dimilki Lantamal IX yakni olahraga selam.

Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa memiliki kemampuan serta pengetahuan tentang penyelaman.

“Kepada seluruh mahasiwa agar bersungguh – sungguh dalam mengikuti seluruh rangkaian latihan serta selalu memperhatikan faktor keamanan, baik personel maupun material agar pelaksanaan pelatihan EML dan selam dasar ini berjalan dengan aman dan lancar. Jadikanlah laut sebagai tempat rekreasi, olahraga dan tempat beraktifitas serta Kenalkan laut sejak dini,” ujar Danlantamal IX.

Materi yang disampaiakan Tim Evakuasi Medis Laut yakni materi pengenalan peralatan yang digunakan untuk evakuasi korban di tengah laut serta penjelasan materi evakuasi medis laut dengan katagori evakuasi medis laut secara perorangan dan evakuasi medis laut secara kelompok/tim yang disampaikan oleh Sertu Yunani.

Pada saat pelaksanaan praktek para mahasiswa dibagi menjadi 10 kelompok masing – masing kelompok terdiri dari 10 orang mahasiswa.

Mereka juga diajarkan oleh instruktur Serka Sugito untuk melakukan resusitasi jantung paru atau tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas, karena sebab-sebab tertentu sehingga dapat membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali serta materi cara memindahkan korban ke tempat yang aman.

Pelatihan selam dasar diajarkan oleh Serma Samsul  dengan melatihkan pergerakan ringan dengan nafas yang benar. Biasanya kita akan mengeluarkan dan menghirup lewat hidung, namun saat menyelam harus bernafas dari mulut.

Pada kesempatan tersebut, Sertu Edo dan Kopda Tri memberikan pelajaran teknik menaikan korban dari laut ke perahu karet dengan satu maupun dua orang penolong, pengenalan motor tempel dan cara pengendalian kapal atau perahu, sedangkan teknik bertahan hidup di laut dengan cara mengapung dan menunggu (Uitemate) oleh Sertu Tomi. (Red/Dispen Lantamal IX)

News Feed