oleh

Polsek Cantigi Bersama Petugas Gabungan Dan Warga Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Cemara Kulon

Indramayu – koranprogresif.co.id – Kepolisian Sektor Cantigi jajaran Polres Indramayu Polda Jabar bersama Pol Airud Polres Indramayu dan dibantu pihak TAGANA (Taruna siaga bencana), FKP3D Ciannur dan warga evakuasi penemuan mayat, di Sungai/Kali Cemara Kulon, Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/5/2022).

Diketahui korban bernama Akmal Maulana (3) tahun warga Blok Bong RT 14/05 Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP M. Lukman Syarif melalui Kapolsek Cantigi, Iptu Ian Hernawan mengatakan, berawal pada hari Rabu 18 Mei 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, kedua orang tua korban yaitu saudara Taryono dan Nawati mencari keberadaan anaknya (korban) ke tetangga sekitar yang tidak pulang hingga malam hari.

Sambungnya, dalam pencarian itu kedua orang tua korban tidak menemukan hasil, lalu keesokan harinya, pada hari Kamis 19 Mei 2022, kedua orang tua korban melaporkan ke Polsek Cantigi terkait kehilangan anaknya.

Kedua orang tua korban menyampaikan kepada Polsek Cantigi, menduga korban tenggelam di sungai /Kali Cemara Kulon mengingat rumah korban bersebelahan dengan sungai cemara dan sungai pangkalan (perbatasan Cantigi dan Losarang).

Mendapati adanya laporan itu, kemudian Kapolisian Sektor Cantigi menghubungi Pol Airud Polres Indramayu, TAGANA (Taruna siaga bencana) dan FKP3D Ciannur.

Selanjutnya, kami bersama tim gabungan mencari korban dengan menyisir sungai cemara dan sungai pangkalan.

Alhasil sekitar pukul 11.20 wib, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia

“Korban ditemukan menyangkut di semak-semak Kali/sungai, selanjutnya kami melakukan evakuasi dan dibawa kerumah korban,” terang Kapolsek Cantigi, Iptu Ian Hernawan didampingi Kasi Humas Polres Indramayu, Iptu Didi Wahyudi.

Sesampainya di rumah korban, lanjut Iptu Ian Hernawan menyampaikan, korban dilakukan pemeriksaan luar pada mayat yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Cantigi.

Hasil dari pemeriksaan itu tidak ditemukan adanya kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga korban pun menolak untuk dilakukan outopsi pada tubuh korban dan menerima kejadian tersebut adalah takdir dan musibah.

Dalam hal ini kapolsek menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya dekat dengan sungai agar mengawasi anaknya.

Jangan sampai anak tersebut bermain di Sungai tanpa sepengetahuan dan pengawasan orang tua, itu bisa membahayakan anak. Terutama saat ini, pada musim hujan arus sungai sedang deras.

“Jadi mari kita jaga anak-anak kita dan waspada selalu antisipasi banjir di musim hujan saat ini.” Tutup Iptu Ian Hernawan. (Krz)

Berita Lainnya