oleh

PGSI DESAK BNPT DAN FKPT, PENANGANAN PAHAM NEO TERORISME CARA SUPER EKSTRA ORDINARY

Demak – koranprogresif.co.id – Aksi teroris yang terjadi beruntun dalam beberapa Minggu ini ditambah beredarnya Video Pemuda dan para Pelajar SMA di Pariaman Sumatera Barat, yang meminta pembebasan HRS, menjadi keprihatinan mendalam bagi puluhan ribu Guru Swasta yang tergabung dalam PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PGSI Demak, Noor Salim seusai berkunjung ke pimpinan Gereja Baptis Indonesia Wonosekar Karangawen, Selasa (30-Maret-2021).

“Selaku pendidik, PGSI benar-benar turut prihatin dan mengutuk keras atas aksi teroris yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Perilaku Radikal yang tak berperikemanusiaan tersebut sangat mengoyak kebhinekaan dan nyata-nyata melawan Sunnatullah,” kata Salim yang didampingi Abu Tholib Wakil ketua 1 bidang SDM.

Teroris dengan berbalut Agama, sesungguhnya sebuah PENISTA’AN AGAMA DAN PERLAWANAN TERHADAP AJARAN DALAM KITAB SUCI AL-QUR’AN.

Karena tidak ada satupun Agama yang mengajarkan perbuatan Intoleran, Radikal hingga Terorisme, terlebih dalam Agama Islam, tambah Salim.

Untuk itu, PGSI mendesak kepada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) Jawa Tengah agar gerak cepat Super Ekstra Ordinary, melakukan langkah-langkah preventif supaya faham radikal tidak menyebar ke dunia pendidikan.

“Siswa dan Remaja ini kan sebagai Generasi PELURUS Bangsa, kalau dalam proses tumbuh-kembangnya sudah diceko’i dengan ideologi Radikalis-Ektremis oleh ormas garis keras, maka nantinya akan berubah menjadi Generasi PERUSAK Bangsa,” tambah Ketua PGSI yang juga pendakwah di Majelis Ta’lim.

Sementara itu, saat menerima kunjungan PGSI, Pimpinan Gereja Baptis Indonesia Wonosekar, Pendeta Japri Pribadi yang berasal dari Kediri Jawa Timur, menyampaikan Rasa Haru dan Terimakasih kepada PGSI.

“Maturnuwun atas kunjungan PGSI dan Banser, selama sepuluh tahun saya bertugas di GBI Demak Wonosekar, baru kali ini mendapat kunjungan dari sedulur yang beda Agama, tergabung dalam PGSI,” kata Pendeta Japri.

“Terus terang saat menerima surat pemberitahuan kunjungan, saya kaget dan beeNar-benAr terharu. Sebagai umat yang minoritas dilingkungan sini, maka ketika dikunjungi oleh sedulur Ummat Islam, rasanya bahagia sekali. Puji Tuhan, semoga PGSI makin jaya,” tutur Pendeta Japri Pribadi.

*KERJASAMA DERADIKALISASI DI SEKOLAH*

Saat ini, PGSI Demak sudah berkoordinasi dengan BNPT di Jakarta dan FKPT Jawa Tengah sebagai kepanjangan dari BNPT.

Melalui WhatsApp, Noor Salim sudah komunikasi dengan Tim BNPT di Jakarta, yang dilanjut kontak dengan Ketua FKPT Jawa Tengah, Prof.Dr. Syamsul Ma’arif, M.Ag. dekan FPK UIN Semarang serta Pengasuh Pondok Pesantren Al Khawarizmi.

Kemarin, saya sudah matur sama Prof. Syamsul untuk Silaturrahmi menjalin kerjasama dengan BNPT melalui FKPT Jawa Tengah.

“Insya Allah dalam waktu dekat, PGSI akan segera Silaturrakhmi d an menyampaikan draf kerjasama Deradikalisasi. Harapan saya, PGSI Demak bisa menjadi Pilot Project di Jawa Tengah,” pungkas ketua PGSI. (Red).

News Feed