oleh

Pesta Adat Cabut Misal Kearifan Lokal Suku Kanum

 

Jakarta – koranprogresif.co.id – Dimanapun berada dan bertugas, mendukung kelestarian budaya dan kearifan lokal sudah melekat dalam diri prajurit TNI.

Hal itu pula yang dilakukan Satgas Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad ketika menghadiri pesta adat Cabut Misal Suku Kanum di Sota.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/PDW, Kostrad, Mayor Inf Rizky Aditya, S.Sos, M.Han dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (13/11/2019).

Diungkapkan Dansatgas, pesta adat Cabut Misal (Maensi) yang diikuti personel Satgas pada Selasa malam (12/11/2019) merupakan acara dalam rangka mengenang 1000 hari meninggalnya salah seorang anggota keluarga dalam Suku Kanum, Nikolaus Ndiken yang merupakan tokoh Suku Kanum (mantan Ketua Adat).

“Kehadiran Satgas dalam acara tersebut sebagai wujud penghormatan akan pesta adat dan juga kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Selain Satgas, acara tersebut diikuti oleh semua keluarga besar almarhum yang datang dari wilayah Kabupaten Merauke dan juga keluarga dari Negara Papua Nugini, terang Rizky Aditya.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan diawali dengan tari-tarian yang digelar selama 12 jam dari Pukul 18.00 — 06.00 WIT, kemudian dilanjutkan acara bunuh babi pada siang harinya, yang merupakan simbol pelepasan arwah almarhum.

“Acara ini menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus mendoakan agar arwah almarhum di lapangkan perjalanan menuju alam baka,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Wadan Satgas, Mayor Inf Ilham yang turut dalam acara ini mengatakan, kegiatan ini merupakan cara personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad dalam menghormati kebudayaan adat setempat. Sekaligus turut mendukung kelestarian kekayaan budaya Indonesia yang merupakan identitas dan jati diri bangsa.

“Membaur bersama warga pada pesta adat merupakan salah satu bentuk penghormatan dan dukungan dari Satgas untuk kelestarian budaya adat Papua khususnya dari Suku Kanum yang ada di Kabupaten Merauke. Hal ini juga merupakan cerminan dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu,” tutur Wadansatgas.

Di tempat yang sama, salah satu anggota keluarga Vinsent Ndiken, mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang telah meluangkan waktunya untuk datang menghadiri Pesta Adat Cabut Misal di rumah almarhum Nikolaus Ndiken.

“Kami atas nama keluarga begitu senang dengan kehadiran bapak Satgas. Semoga dengan silaturahmi seperti ini akan mempererat tali persaudaraan diantara kita,” pungkasnya. (Red/Dispenad).

News Feed