oleh

Penuh Percaya Diri, Terpidana Kasus Ijazah Tanpa Hak Datangi Kejari Jaktim

Jakarta – koranprogresif.co.id – Ernawaty Simbolon, Direktur Kampus STT Setia datang dan menyerahkan diri ke Jejaksaan Negeri Jakarta Timur, Senin (5/8).

Yang mana sebelumnya, Jum’at (2/8) lalu, Rektor STT Setia, Matheus Mangentang dijemput oleh pihak Kejaksaan Jaktim di salah satu rumah sakit dibilangan Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum, Handri membenarkan berita penyerahan diri tersebut, dia mengatakan bahwa, Ernawaty sudah mendatangi Kejaksaan sejak pagi.

“Iya sudah datang, dia menyerahkan diri tadi pagi,” ucap handri.

Namun Handri tidak bisa menyebutkan secara tepat jam kehadiran Ernawaty tiba di Kejari Jaktim. “Waduh kalau jamnya kurang tahu pasti, sekitar jam 8 pagi tadi,” ungkapnya.

Ernawaty Simbolon dan Matheus Mangentang oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur dinyatakan bersalah dengan sengaja melanggar undang-undang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 dengan menerbitkan ijazah tanpa hak yang tanpa dilengkapi izin penyelenggaraan pendidikan.

Dimana yang bersangkutan divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 1.000.000.000, – (subsider 3 bulan) pada 7 Maret 2018.

Lanjut ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi dan kasasi pada Mahkamah Agung dalam kasus perkara nomor 251/PID.SUS/2018/PT DKI tanggal 5 September 2018, Jo nomor 100/Pid.Sus/2018/PN. Jkt. Tim tertanggal 7 Maret 2018 kedua terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap oleh Mahkamah Agung dengan nomor 3319K/PIDSUS/2018.

Setelah proses penyerahan diri selesai, Jaksa Penuntut Umum, Handri dan Donald membawa terpidana Ernawaty ke Lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Pondok Bambu Jakarta Timur untuk diserahkan.

Di Lapas Pondok Bambu, Kuasa Hukum Ernawaty menjelaskan bahwa, atas eksekusi Jaksa Penuntut Umum mereka akan berkoordinasi dengan tim nya matheus mangentang dan tim gereja serta tim-tim lainnya guna menentukan sikap dalam waktu 1-2 hari ini akan mengajukan praperadilan dan juga peninjauan kembali.

“Kita akan berkoordinasi dengan tim nya, Matheus, tim gereja dan tim lainnya dalam 1-2 hari ini untuk praperadilan dan peninjauan kembali,” katanya.

Usai proses registrasi eksekusi di Lapas Pondok Bambu Jakarta Timur, Jaksa Penuntut Umum, Handri menambahkan bahwa, terpidana Ernawaty Simbolon ini kooperatif dan menyerahkan diri.

“Senin pagi Ernawaty datang ke kantor menyerahkan diri jadi kita tidak perlu jemput, kita sangat menghargai sekali kerja sama mereka dan akhirnya kita bisa melaksanakan eksekusi kedua terpidana” terang Handri yang didampingi Jaksa Donald usai menghantar terpidana kedalam Kapas Pondok Bambu.

Menurut Handri, dalam proses tersebut tidak ada perdebatan namun perbedaan, hanya penapsiran yang berbeda hanya karena bunyi putusan.

“Kita hanya tetap melaksanakan bunyi putusan point dua. Mereka semua memahami posisi masing-masing,” ungkapnya. (Rd).

News Feed