oleh

PEMPROV KALTENG HARUS TEGUR PT. DWIMA

-Nusantara-190 views

 

Palangka Raya – koranprogresif.co.id – Insiden tertabraknya tiang pancang pembangunan jembatan Tumbang Samba, Minggu (14/4) di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah oleh tongkang yang di tarik 3 kapal tunda (tugboat) Bina Banua, mendapat sorotan dan kecaman keras dari penggiat lingkungan bahkan Ketua DPRD Kabupaten Katingan itu sendiri.

“Peristiwa tertabraknya tiang pancang jembatan oleh tongkang yang bermuatan kayu log milik PT. DWIMA Grup itu akibat kecerobohan pihak tongkang itu. Biasanya rakit yang besar-besar dan panjang mampu melewati tempat itu dan bisa dikendalikan,” ungkap Ignatius Mantir L. Nussa, Ketua DPRD Kabupaten Katingan pada koranprogresif.co.id yang menghubunginya melalui telepon seluler.

Hal ini harus menjadi perhatian dan perlu ditindaklanjuti secara serius oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, karena menurut Mantir, Ketua DPRD Katingan ini bahwa, perusahaan tersebut (PT. DWIMA) dibawah kendali Pemprov Kalteng, sebab perusahaan itu bergerak di bidang perkayuan.

“Pemprov Kalteng harus memberikan teguran keras kepada HPH PT. DWIMA, agar kegiatan atau aktivitas yang dilakukan perusahaan itu tidak mengganggu proses pembangunan jembatan, yang pada saat itu untung tidak mengenai tiang utamanya yang bisa menghambat proses pembangunan jembatan itu,” pungkas Mantir sembari menyampaikan akibat kejadian itu 4 buah tiang pancang roboh dan 2 buah miring. (Dolok).

News Feed