oleh

Pemerintah: Overstay, Masalah Pribadi yang Menghalagi Kepulangan Rizieq Shihab, Tidak Ada Rakayasa

Politikus PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno membantah tudingan Rizieq Shihab yang menuding pemerintah Indonesia saat ini di balik pencekalan dirinya oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Dia meminta Pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu tak mengkhayal soal tudingan tersebut.

Hendrawan menyebut tak pernah terbersit sekalipun dalam benaknya bahwa pemerintah yang mengatur pencekalan seperti yang dituding Rizieq tersebut. Baginya, Rizieq hanya berilusi yang dibangun berdasarkan rasa kecewa atau benci.

“Tak pernah terbersit skenario yang dibayangkan RS tersebut. Jangan kita disibukkan dengan bangunan ilusi (Rzieiq) yang dasarnya hanya perasaan, kekecewaan, kegelisahan atau kebencian,” kata Hendrawan melalui pesan singkat, Sabtu (24/8).

Hendrawan menilai justru selama ini Rizieq yang dengan sengaja ‘lari’ ke Arab Saudi demi membangun kesan ketokohan agar menjadi sosok yang disegani oleh masyarakat Indonesia.

Rizieq secara sengaja memposisikan dirinya sebagai ‘king maker’ dalam pergulatan politik di Indonesia. Kesan itu pun secara jelas bisa terkonfimasi saat video pidatonya ditampilkan dalam kampanye akbar salah satu calon presiden saat Pilpres 2019.

“RS secara sengaja bermaksud memposisikan dirinya sebagai maestro atau king-maker dalam pergulatan politik di Indonesia. Ketika pidatonya ditayangkan dalam kampanye putaran terakhir Pilpres, penilaian kita mendapat tambahan konfirmasi empirik,” kata dia.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto angkat bicara soal pemulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab. Adapun, masalah ini menjadi pembahasan yang dievaluasi dalam rapat terbatas yang dilakukannya, dengan sejumlah Menteri dan lembaga yang berkait.

“Dari hasil rapat tadi, sementara ini yang bersangkutan masih menghadapi problem pribadi dengan tinggalnya di Arab Saudi, yang melebihi batas waktu. Overstay. Sehingga ada tuntutan pemerintah di sana, pada pribadi yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan overstay-nya itu,” kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7/2019).
Karenanya, masih kata dia, jika ada yang menyebut karena ditangkal atau dicekal Pemerintah Indonesia, hal tersebut tidak benar adanya.

“Sehingga kalau ada berita berita yang bersangkutan ditangkal untuk masuk ke Indonesia, tidak ada. Yang bersangkutan direkayasa untuk tidak kembali ke Indonesia, tidak ada,” jelas Wiranto.

News Feed