oleh

Pembangunan Jembatan HKSN 01 Diduga Kekurangan Volume, Dikhawatirkan Akan Berpengaruh Pada Umur Rencana Konstruksi

-Nasional-126 views

 

Banjarmasin – koranprogresif.co.id – Informasi yang diterima oleh koranprogresif.co.id bahwa, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Tengah mengusut dugaan kekurangan Volume dan tidak dikenakannya denda atas pekerjaan Pelaksanaan Jembatan HKSN 01 yang dilaksanakan oleh PT. HL sehingga terindikasi menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 1,4 miliar dari nilai proyek sebesar Rp. 22,8 miliar, Selasa (10/01/2023).

Menurut data yang diperoleh, terdapat kekurangan volume pekerjaan seperti: Lapis pondasi agregat tanpa penutup aspal, Beton struktur fc’30 Mpa (Kayu perancah + paku), Beton struktur fc’20 Mpa (Kayu perancah + paku), Beton fc15 Mpa, Baja tulangan polos-BjTP 280, Baja tulangan sirip BjTS 420A, Lataston lapis aus (HRS-WC), Sandaran (Railing), Omamen baja cutting laser, Pipa drainase baja diameter 150 mm, Baja tulangan sirip BjTS 420A .

Dikhawatirkan dengan kekurangan volume pekerjaan akan berdampak pada umur rencana Konstruksi.

Sedangkan denda keterlambatan sebesar Rp. 438 juta. Berdasarkan kontrak nomor:630/257-PPK.Bang.Jbtn/2021 tanggal 25 Mei 2021 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 22,8 miliar Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 210 hari kalender, terhintung sejak tanggal 28 Mei s/d 23 Desember 2021. Kontrak pekerjaan tersebut mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Addendum tanggal 10 Februari dan 23 Maret 2022 tentang pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan selama 50 hari kalender dan ditambah dengan pemberian kesempatan kedua untuk menyelesaikan pekerjaan paling lama 40 hari kalender dengan dikenakan denda keterlambatan satu per seribu dari harga bagian kontrak.

Telah dilakukan konfirmasi kepada PPK pekerjaan Pelaksanaan Jembatan HKSN 01dan / Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin terkait permasalahan ini, namun sampai saat berita ini diturunkan, tidak ada respon atau jawaban. (MN).

Berita Lainnya