oleh

Pekerjaan Lapen Bersumber Dari Dana Desa di Desa Sukaraja, Diduga Salahi Aturan

-Nusantara-14 views

 

Lamsel – koranprogresif.co.id – Diduga pekerjaan jalan Lapen di Desa Sukaraja Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan salahi aturan warga desa setempat protes. Pekerjaan jalan lapen sepanjang 460 m denganlebar 2,5 m yang menelan anggaran Rp. 135.950 500 dan bersumber dari Dana Desa (DD) 2019 tersebut di protes warga, pasalnya warga beranggapan pembangunan jalan tidak sesui dengan RAB dan menyalahi aturan terang warga setempat pada Sabtu (12/10/19).

Warga mengatakan, seharusnya pekerjanya harus dari desa tersebut atau dengan Padat Karya Tunai tapi tidak dengan kenyataan di Desa Sukaraja, dimana tenaga kerja berasal dari luar Desa Sukaraja bahkan ada yang berasal dari Bandar Lampung dan Prigsewu.

Ada dugaan pekerjaan Lapen jalan menggunakan pihak ke tiga (red-kontraktor), sementara masyarakat setempat hanya menonton pekerjaan yang ada di desa mereka.

Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pengaturan Desa Pekerjaan Padat Karya bertujuan untuk memajukan perekonomian masyarakat desa, mengatasi kesenjangan pembangunan, serta memperkuat masyarakat desa sebagai subyek pembangunan, agar masyarakat Desa setempat bisa menikmati kesejahteraan.

Bahkan salah seorang Pendamping Desa Di Kecamatan Palas bernama Nanang mengatakan, di RAB itu jelas batunya itu 35, kalau kondisi onderlahnya lobang-lobang harus pakai batu 57, 35nya harus full itu harus itungannya 3 meter kali panjang setelah itu di Coating kemudian batu 23 di padati di Coating lagi ketebalannya itu ketemunya harus 0,4 centi, terangnya.

Nanang juga mengatakan bahwa, dirinya sudah menyampakan arahan kepada Tukang (red-Pekerja) agar pekerjaan dilaksanakan sesuai RAB, namun pihak Desa disebutkan tidak mengindahkan.

“Tukang nya itu saya bilangin pak, di pinggir itu di tabur menggunakan batu 23 supaya kelihatan tinggi karena mereka (red-inspektorat) yang melihatnya dari pinggir, sudah saya sampaikan ke pihak desa tapi mereka masih saja tidak mengindahkan apa yang saya maksudkan,” imbuhnya.

Menurut Pendamping Desa Kecamatan Palas ini, dirinya meminta pekerjaan dilaksanakan sesuai aturan yang ada, agar tidak terjadi kesalahan yang bisa terjadi pihak desa mengulangi pekerjaan.

“Karena saya kasihan sama pihak desa yang harus mulangin dari jumlah nominal pembangunan itu, menurut saya, desa Sukaraja itu sudah menyalahi aturan tidak mengikuti aturan pemerintah,” terangnya.

Nanang juga menyebutkan, dengan kondisi pekerjaan Lapen yang dikerjaakan saat ini tidak akan bisa bertahan lama karena aspal tipis.

“Waduh mas, jalan ini pembangunan tidak maksimal alias aspalnya tipis dan jelas-jelas tidak akan bertahan lama. Lihat saja datang nya hujan nanti akan terkelupas dan akan mudah rusak,” pungkas Nanang.

Sementara warga yang namanya tidak mau ditulis mrnyayangkan pekerjaan Lapen yang tenaganya dari luar Desa.

“Sayang ya mas, Dana Desa yang seharusnya peruntukan untuk masyarakat Desa disini tapi pekerja malah dari luar Lampung Selatan,” ujarnya. (AW).

News Feed