oleh

Pegiat Sejarah Resolusi Konflik: Teror Bom Srilanka, Bentuk Adu Domba Antar Umat Beragama

Jakarta – koranprogresif.co.id – Aksi Teror kembali terjadi, kali ini bertempat disebuah negara pulau bernama Srilanka. Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka(bahasa Sinhala: ශ්රී ලංකා; bahasa Tamil: இலங்கை) adalah sebuah negara pulau di sebelah utara Samudera Hindia di pesisir tenggara India. (wikipedia).

Muhammad Ichsan, S,Pd, Pegiat Pendidikan Sejarah Pertahanan dan Damai Resolusi Konflik (PSPDRK) Mengecam tindakan teror yang kembali merusak tatanan perdamaian dunia.

“Kemarin di Chrischuch, Selandia Baru 50 muslim Meninggal Dunia dibantai seorang pemuda dengan senjata,” katanya.

Ini adalah lanjutan kasus paling buruk dalam sejarah kelam umat manusia abad 21. Sepanjang kasus teror disegala penjuru dunia.

“Sekarang giliran negeri Srilanka, membuat dunia tercengang serta berduka dimana 138 Jamaat Gereja yang mengikuti Hari Paskah harus meregang nyawa,” ujar Ichsan.

Kejadian di Srilanka sebagai pernyataan kepada dunia bahwa teroris tak beragama, bahkan sedang mengadudomba umat beragama.

“Itu bagian dari strategi oknum teroris radikal yang berusaha mengadudomba umat beragama,” kata alumni pendidikan sejarah, Ichsan.

Dari total 22 juta penduduk Sri Lanka, 70 persen di antaranya pemeluk agama Budha, 12,6 persen Hindu, 9,7 persen Muslim, dan 7,6 persen Kristen. Hal itu berdasarkan sensus penduduk di negara itu tahun 2012.

Ledakan bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat perayaan Paskah. Hingga saat ini, 138 orang dilaporkan tewas dan 400 orang terluka akibat ledakan tersebut. (Red).

News Feed