oleh

Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono: Saya Tidak Mau Berandai-Andai, Harus Tahu Apa Yang Kita Laksanakan

Jakarta – koranprogresif.co.id – “Saya tidak mau berandai-andai, karena langkah saya selalu ditindaklanjuti dengan harus tahu apa yang kita laksanakan, karena tanpa saya melihat tidak mungkin bisa merencanakan, saya juga harus melihat dulu situasinya termasuk di Natuna, Papua maupun di daerah-daerah lain, dengan menanyakan langsung para komandan satuan apa keperluannya dan kebutuhannya, agar nantinya kita dapat evaluasi,” kata Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI usai melaksanakan Serah Terima Jabatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dari Laksamana TNI Yudo Margono kepada Laksamana TNI Muhammad Ali di Lapangan Trisila Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (29/12).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga berencana bersama dengan para Kepala Staf Angkatan akan meninjau langsung daerah perbatasan seperti di Natuna maupun di Papua padai awal tahun nanti. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Kasal, Laksamana TNI Muhammad Ali dikesempatan yang sama menyatakan, akan meneruskan program-program sebelumnya dan mendukung penuh serta menjaga soliditas maupun sinergitas antar Angkatan, baik dengan TNI AD, TNI AU dan Polri. “Saya juga akan meneruskan kebijakan – kebijakan Laksamana Yudo sesuai arahan Presiden RI dengan tetap menjaga soliditas dan netralitas TNI di Pemilu yang akan datang,” ungkap Kasal.

Penerus tampuk pimpinan TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali adalah Perwira Tinggi TNI AL kelahiran Bandung, 9 April 1967 yang merupakan Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 35 Tahun 1989. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya di antaranya Komandan KRI Nanggala-402 pada 2004, Asops Danlantamal VI Makassar pada 2009, Komandan Satsel Koarmatim pada 2010, Komandan Lanal Dumai pada 2011, dan Ajudan Wapres RI pada 2012.

Rekam jejak Laksamana TNI Muhammad Ali dalam pendidikan militer yang telah ditempuhnya selain di AAL, diantaranya Pendidikan Perwira Calon Pengawak Kapal Selam pada 1990/1991, Anti Submarine Warfare Inggris pada 1999, Diklapa – II/Koum Angkatan 14 pada 2000, Seskoal Angkatan-40 pada 2003, Lemhannas RI (PPSA) Angkatan-21 pada 2017.

Sedangkan pengalaman dalam penugasan, salah satu putra terbaik prajurit Jalasena ini diantaranya pernah menjabat Komandan Guskamla Koarmabar pada 2015, Waasrena Kasal pada 2017, Gubernur AAL pada 2018, Koorsahli Kasal pada 2019, Pangkoarmada I pada 2019, Asrena Kasal pada 2020, dan Pangkogabwilhan I pada 2021.

Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, berbagai tanda jasa bintang dan satya lencana diperoleh antara lain: Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana VIII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Kesetiaan XXXII, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Dwidya Sistha I, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Dharma (Perbatasan), Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana Dharma Samudera.

Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, Laksamana Muhammad Ali didampingi oleh istri tercinta Ny. Fera Muhammad Ali serta dua orang anak bernama Muhammad Atha Rafli Saladin dan Muhammad Azka Evan Omar. (Red).

Berita Lainnya