oleh

Pagelaran Wayang Orang Pandawa Boyong, Dandim Kota Cirebon : Pesan Moral Agar Lebih Memahami Pancasila

Kota Cirebon – koranprogresif.co.id – Kodim 0614/Kota Cirebon menggelar nonton bareng Pagelaran Wayang Orang Pandawa Boyong melalui Live Streaming dalam rangka Hari Dharma Samudera Tahun 2023.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Inf Robil Syaifullah, Ketua Persit KCK Cabang XXV Ny. Nenni Robil Syaifullah beserta Seluruh Anggota Jajaran Kodim 0614/Kota Cirebon bertempat di Pendopo 76 Kodim 0614/Kota Cirebon jalan Pemuda 45 Kota Cirebon, Minggu (15/1/23).

Pagelaran Wayang Orang ini merupakan salah satu program TNI dalam upaya pelestarian Budaya Nusantara. Pagelaran Wayang Orang “Pandawa Boyong” ini disiarkan secara langsung dari Taman Ismail Marzuki Jakarta

 

Pagelaran Wayang Orang sebagai pelaku/lakon oleh Panglima TNI, KASAD, KASAL, KASAU, KAPOLRI dan Pati AL serta Ibu Ketua Umum Persit KCK dimaksud menceritakan tentang Lakon Pandawa Boyong di mana ketika lima orang ksatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura. Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa.

Pandawa Boyong bercerita tentang perjuangan Pandawa yang merupakan lambang kehidupan, mengajak kita sebagai bagian dari Masyarakat untuk lebih Memahami, Menghayati, dan Mengamalkan semangat serta nilai-nilai Pancasila yang diwakili oleh masing-masing sosok Pandawa Lima.

Dandim 0614/Kota Cirebon, Letkol Inf Robil Syaifullah mengatakan, makna yang terkandung dalam cerita Boyongnya Pandawa ke Astinapura menjadi pesan moral masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila.

“Ini pesan untuk kita semua dalam kehidupan di masyarakat di tengah gempuran arus perkembangan lingkungan global,” terangnya.

Adapun peran yang dimainkan yakni, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono sebagai ‘Bima Sena’. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit sebagai ‘Prabu Puntadewa’. Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai ‘Batara Guru’. Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai ‘Batara Baruna’. Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA, sebagai ‘Eyang Abiyasa’. (Krz)

 

 

Berita Lainnya