oleh

Operasi Militer Yang Selalu Ditunggu dan Dinantikan

-TNI Polri-189 views

 

 

Semarang – koranprogresif.co.id – Operasi militer identik dengan perang yang menakutkan dan menyeramkan yang memakan banyak korban,  sehingga orang menjadi takut dan alergi terhadap berbagai bentuk operasi militer. Namun ternyata ada salah satu operasi militer yang kehadirannya justru selalu ditunggu dan dinanti bahkan diperebutkan, karena operasi militer yang satu ini bukannya memberi dampak kehancuran dan menimbulkan banyak korban, tetapi justru peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaanlah yang menjadi muaranya.

 

Adalah TNI Manunggal Membangun Desa atau yang sering disebut TMMD merupakan salah satu implementasi pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP)..

 

Operasi ini dilakukan secara rutin di seluruh Satuan Kewilayahan TNI AD dengan melibatkan unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Kepolisisan serta komponen masyarakat lainnya.

 

Mereka yang tergabung dalam satuan tugas operasi bahu membahu membantu pemerintah daerah dalam upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Operasi ini dilaksanakan selama sebulan penuh untuk menyelesaikan target sasaran, berupa pembangunan infrastruktur seperti jalan dan irigasi serta sarana prasarana lainnya yang sangat diinginkan dan didambakan masyarakat.

 

Bukan hanya aspek fisik yang menjadi sasaran TMMD, tetapi aspek non fisikpun tak terlepas dari target sasaran dengan melakukan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan kesehatan, sosialisasi bahaya Narkoba dan pencegahan paham radikal, pelayanan sosial kemasyarakatan terpadu (pembuatan SIM, KTP, Akte) dan lain sebagainya.

 

Yang tak kalah menarik bahwa dalam operasi militer ini, masyarakat juga diberikan latihan kewirausahaan yang bermuara kepada upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan daerah yang mandiri, maju, sejahtera dan demokratis.

 

“Itulah yang menjadikan TMMD sejak dulu hingga kini selalu didambakan bahkan diperebutkan oleh masyarakat agar desa/daerahnya menjadi sasaran operasi TMMD,” ujarnya.

 

Mencermati hal itu, TNI AD telah berupaya menigkatkan intensitas kegiatan dari yang semula 2 kali dalam setahun menjadi 3 kali dalam setahun.

 

Upaya itupun belum mampu memenuhi permintaan masyarakat yang begitu besar, sehingga dalam penentuan sasaran TMMD dilaksanakan secara selektif dan menggunakan skala prioritas berdasarkan usulan masyarakat.

 

Mulai dari musyawarah desa yang melibatkan Babinsa, selanjutnya diajukan ke Koramil dan Kodim untuk selanjutnya dibahas dalam Rapat Musyawarah Pimpinan Daerah untuk dipilih dan ditentukan sasaran mana yang menjadi prioritas dalam TMMD mendatang.

 

Khusus di wilayah Kodam IV/Diponegoro yang meliputi wilayah Jateng dan DIY, selain TMMD Reguler yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat, Pemda dan TNI, juga dilakukan TMMD imbangan yang dikenal dengan istilah “Sengkuyung”.

 

Namun TMMD Sengkuyung ini sasaranya lebih kecil, karena pembiayaannya hanya didukung oleh Pemda dan swasembada masyarakat.

 

Namun kedua-duanya memiliki tujuan yang sama yakni membantu pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan sehingga desa yang terdampak TMMD akan menjadi desa yang maju, mandiri, sejahtera dan demokratis. (Red).

News Feed