oleh

Makna Mudik

-Nusantara-268 views

 

Oleh: Ahmad Syafi’i Mufid, Pendiri Pesantren Entrepreneur Kyai Demak

Bekasi – koranprogresif.co.id – Bila Ramadhan telah sampai tanggal 25, mudikpun ramai.Jalan tol macet panjang. Meskipun kartu tol untuk masuk juga tidak murah. Tidak ada yang protes. Semua pemudik ingin segera sampai di kampung (udik). Rindu kampung halaman. Ketemu keluarga dan bernostalgia, juga sedikit pamer kesuksesan.

Budaya mudik juga pelajaran yang sangat menarik utk anak muda kampung. Kalau mau sukses, merantau. Meninggalkan kampung halaman. Pergi ke kota, bekerja apa saja. Bisa kaya dibanding hidup di desa. Mudik memiliki dampak positif.

Mudik menginspirsi migrasi. Perpindahan penduduk dari desa ke kota menjadi-jadi. Apa lagi tanpa batas, akan menimbulkan masalah perkotaan. Kepadatan, lingkungan, pekerjaan dan kesejahteraan serta kejahatan. Inilah sisi negatif dampak mudik.

Itulah mudik jasadi yang kita lakoni setiap tahun. Ada satu jenis mudik yang hampir- hampir terlewatkan dari pengamatan kita. Apa itu? Inilah mudik hakiki, kembalinya ruh kehadirat Ilahi. Pada saat sesorang meninggal, jasadnya ditinggal. Ditungguhi oleh anggota keluarga, tetangga, sahabat dan relasi. Ruh menghampiri mereka yang hadir dan terjadilah dialog ruhaniyah.

Ruh: isteri,anak keluargaku semua, dahulu hidupku untuk mencari uang, bangun rumah, beli mobil, kebon, demi kalian. Semua itu kutinggalkan untuk kalian. Sekarang saya mau mudik ke asal. Apa yang dapat kau berikan kepadaku?

Keluarga: ruh! Kami tdk dapat memberikan sesuatu, kecuali mengantarkan jenazahmu ke kuburan.

Ruh: Masih ada di sekitar rumah setelah terpisah dengan jasad. Disapalah harta kekayaan yang ditinggalkan.

Ruh: kekayaanku! Hidupku selama ini adalah untuk menghimpunmu. Apa yang dapat kau berikan kepadaku? Saat ini aku mau mudik, menghadap Tuhanku!

Harta: ruh! Mohon maaf ya, aku tidak dapat memberikan apa-apa kecuali sehelai kain kafan.

Bagaimana aku, asalku dari debu? Jasadku menjadi debu/tanah setelah seribu hari. Bagaimana dengan ruhku? Bila keluargaku bukan orang saleh yang mendoakan orang tua? Bila harta sekedar investasi duniawi, bukan untuk amal saleh, apa ada manfaatnya dalam mudik ruhaniyah?

#mudik
#mudikruhaniyah
#keluargadanhartaidakberguna#

News Feed