oleh

Majelis Taklim AN NUR Bersama Gus Mufid

Banjarnegara – koranprogresif.co.id – Pengajian Rutin Ahad Legi Majlis Taklim AN NUR Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Mi ggu (21/3) kembali menghadirkan ustadz muda Ustadz Edi Mufidun.

Acara rutinan itu diawali dengan penampilan anak-anak TPQ An Nur yang diasuh oleh ustadazah Hj. Suparti, Soimah dan Ifa Nur’aini dengan menghafalkan Al Quran juz 30. Anak-anak dengan senang, gembira, antusias dan penuh semangat menghafalkan nya satu persatu bergantian sekitar 30anak.

Kemudian acara dibuka dengan membaca kalimat Basmalah bersama-sama
Acara kedua pembacaan ayat suci Al Quran oleh Titi Fajriyati

Selanjutnya sambutan pembina Majlis Taklim AN NUR oleh H. Ruwanto, S.Pd. menyampaikan, untuk semangat dalam mentuntut ilmu karena orang yang menuntut ilmu di do’akan oleh 70.000 malaikat dan setiap langkah nya dihitung pahala, langkah kanan pahala, langkah kiri dihapus dosanya.

Beliau juga menyampaikan, program program Majlis Taklim AN NUR antara lain pelayanan kesehatan, membatu fakir miskin, membuat toko swalayan, meningkatkan ekonomi umat dengan cara yang biasa jualan untuk membawa daganganya ke Majlis, yang tidak jualan untuk bawa uang yang banyak untuk membeli, kalo tidak laku nanti saya borong, ujarnya.

Acara inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Edi Mufidun atau Ustadz Mufid panggilan akrabnya.
Ustadz Mufid awalnya menceritakan kisah Isro Miroj yang diawali dengan
KETIKA BUMI DAN LANGIT BERDEBAT, Mengutip KITAB I’ANAH AL MUHTAJ FI QISSHOTI AL ISRO’ WA AL MI’ROJ, adapun sebab Mi’roj, dimulai ketika Bumi dan Langit berdebat…
Langit berkata,
“ Hai Bumi, kau dan aku lebih utama diriku”.

Bumi tak mau kalah. Ia menjawab, “Tentu lebih utama diriku. Sebab, di tempatku ada samudera dan beraneka kekayaan alam”.
Langit mendebat, “Diriku adalah tempat Surga,
Arsy, Kursi, Baitul Makmur, tempat ibadah para Malaikat dan arwah orang-orang beriman”.

Bumi menjawab lagi,
“Tetap lebih utama diriku.
Sebab makhluk Gusti Allah SWT yang paling mulia yaitu Kanjeng Nabi Muhammad SAW bertempat di diriku.Juga menjalankan syariat Islam di atas diriku”.
Langitpun terdiam, tidak mampu menjawab lagi karena merasa kalah.
Ia berdoa, “ Ya Allah, semoga kiranya Engkau berkenan mendatangkan kekasihMu,
Kanjeng Nabi Muhammad SAW ke langit, sehingga hamba bisa sepadan dengan hamba-Mu si Bumi”.

Kemudian Gusti Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril AS untuk mengambil Buroq di Surga.
Malaikat Jibril AS segera masuk ke surga.
Di sana ada 40.000 Buroq yang sedang bertebaran di taman-taman surga.
Di setiap dahinya terdapat stempel yang bertuliskan “ Lailaha illallah Muhammad Rosulullah”

Di sana Malaikat Jibril AS melihat ada satu Buroq yang tampak sangat bersedih, menundukkan kepalanya sambil terus menangis berderaian air mata.
Malaikat pun bertanya, “Hai Buroq, kenapa dirimu galau, tidak seceria teman-temanmu yang lain?”
Buroq menjawab,
“Wahai Jibril, aku menangis sedih seperti ini karena sudah 40.000 tahun mendengar nama Muhammad. Aku sangat merindukan orang yang
memiliki nama itu. Hingga bertahun-tahun aku tak berselera makan dan minum, karena sakit rindu”.
Lalu Malaikat berkata,
“Hai Buroq, janganlah engkau bersedih.
Aku akan mempertemukanmu dengan manusia agung yang kau rindukan”, Seketika Buroq tersenyum ceria berseri. Kemudian, dipasanglah seperangkat pelana dan kendali. Dibawa Malaikat Jibril AS ke dunia.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW menaiki Buroq sambil dikawal oleh Malaikat Jibril AS di sisi kanan, dan Malaikat Mikail AS di sisi kiri.

Yang pada ahirnya mendapat perintah sholat 5 waktu.

Shollu ala Nabi Muhammad…
(Diselingi sholawatan)

Kemudian Ia menyampaikan, tentang Keistimewaan bulan syaban dan amalanya
Keistimewaan bulan syaban antara lain:

1. Pada bulan sya’ban Allah SWT memerintahkan perubahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah Baitullah
2. Bulan syaban adalah bulan di angkatnya amal ibadah.

Dai yang meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang itu, mengutip penjelasan Imam Ibnu Rajab Al – Hanbali dalam kitabnya, _Fathul Bari_ bahwa catatan amal ibadah manusia dilaporkan atau diangkat oleh malaikat sebanyak tiga kali, yaitu harian, mingguan dan tahunan. Catatan amal harian diangkat setiap ba’da Asar, catatan amal mingguan akan diangkat setiap Kamis. Sedangkan catatan amal tahunan akan diangkat setiap bulan Sya’ban.

“Apabila pada saat catatan amal diperiksa dan diangkat oleh malaikat, seseorang itu sedang berpuasa, berdzikir atau sedang sholat berjamaah maka akan baik laporanya kepada Allah SWT,” ujar guru PAI SMA Negeri 1 Wanadadi itu.

3. Dibulan Sya’ban Allah SWT menurunkan ayat perintah bersholawat kepada Rasulullah SAW.

Selain diatas, keutamaan lain yang bisa diperoleh setiap umat Muslim yang mengerjakan amalan di bulan Sya’ban adalah diturunkanya ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Yang dimana ayat tersebut berbunyi.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat Nya bersholawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawat lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya
( Q.S. Al Ahzab ayat 56).

4. Bulan syaban adalah bulan dimana Rasulullah SAW paling banyak melakukan puasa.

5. Adanya amalan nisfu Sya’ban.

“Bulan Sya’ban memiliki malam yang istimewa yakni pada 15 Sya’ban, yang biasa disebut Nisfu Sya’ban. Dimalam itu Allah SWT akan memperhatikan seluruh makhluk-Nya dengan perhatian khusus. Allah SWT juga akan ampunkan dosa semua Makhluk-Nya, kecuali orang musrik (orang yang menyekutukan Allah) dan orang musahid (orang yang berkelahi dan belum berdamai),” kata Edi Mufidun

Menurut Syekh Abdul Qodir Al-Jilani dalam kitab Ghunyah al-Thalibin, malam Nisfu Sya’ban adalah malam yang diberkati Allah SWT (lailah mubarok). Malam itu disebut juga dengan malam pembebasan (lailatul bara’ah).

“Dan diantaranya, malam pembebasan disebut dengan ‘mubarok’ (yang diberkati) karena didalamnya terdapat turunya rahmat, keberkahan, kebaikan dan pengampunan bagi penduduk bumi.” (Syekh Abdul Qodir Al Jilani, Ghunyah al- Thalibin, juz 3, hal. 278).
(Diselingi sholawat dengan penuh gembira dan semangat)

Setelah itu dijelaskan pula oleh Ustadz Mufid, tentang amalan bulan Sya’ban
1. Puasa sunah
2. Memperbanyak doa
3. Membaca Al Quran
4. Memperbanyak sholawat Nabi
5. Sholat malam

Amalan malam Nisfu Sya’ban
1. Sholat sunat tasbih
2.Membaca Surat Yasin 3kali ba’da Magrib
3. Membaca Kalimat Tahlil
Laa ilaaha illaa anta subhanaka innii kuntu minadzdzolimin
Artinya: “Tiada Tuhan Selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzolim.”
4. Memperbanyak sholawat
5. Memperbanyak doa

Kemudian tausiyah ditutup dengan do’a oleh Ustadz Mufid yang juga guru Madrasah Diniyah. (Red/Nur S).

News Feed