oleh

Lion Air dan Garuda Indonesia Kerjasama Bangun Hangar di Batam

-Nasional-93 views
Jakarta – koranprogresif.co.id – Pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Lion Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri akan dilakukan.

Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution, dan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi sendiri dijadwalkan menghadiri peletakan batu pertama pengembangan (groundbreaking) fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) Lion Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Selain peletakan Batu Pertama juga dilakukan penandatanganan prasasti pembangunan Hangar BAT dan prasasti Hangar JV Menteri Perekonomian RI Darmin Nasution.
Sementara prasasti Kirana Angkasa Polytechnic dan Shop Tahap 2 akan ditandatangani Menteri Perhubungan.
Turut hadir dalam acara yang bertajuk Sinergi (SDM & Prasarana) untuk Industri Aviasi Nasional ini, Plt Gubernur Kepri Isdianto.
Sementara itu, MRO Lion Air ini juga akan digunakan oleh Garuda Indonesia, setelah kedua maskapai melakukan kerjasama yang mereka jalin.
Dalam kerjasamanya, Garuda akan memanfaatkan pengembangan lahan Lion Air yang secara keseluruhan memiliki lahan seluas 24 hektare, namun baru sebagian kecil yang dipergunakan.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, peletakan batu pertama hanggar Lion berlangsung pada Rabu (14/8) siang.
Ia belum bisa memastikan lebih jauh bentuk kerjasama antara keduanya. Namun kabarnya, Garuda akan menangani pesawat jenis air bus, sedangkan Lion jenis boeing.
“Jadi satu tempat itu bisa dua fungsi,” ujarnya.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady mengatakan, MRO Lion Air akan menempati lokasinya barunya. Pastinya lebih luas dibanding lahan sebelumnya.
“Yang tadinya kecil hanya seberapa. Sekarang 2×12, 24 hektare (ha), 20an hektare lah. Besar itu,” kata Edy, belum lama ini.
Lion Air punya perjanjian sewa lahan dengan BP Batam hingga 2063 mendatang. Sekadar informasi, sebelumnya MRO Lion Air baru memanfaatkan lahannya seluas 4 ha.
Kemudian pada 2018 lalu, mulai dikembangkan menjadi 12 ha.
Pengembangan MRO ini, rencananya akan memakan luas lahan hingga 24 ha dari 1.762 ha luas bandara. Namun prosesnya dijalankan secara bertahap.
Edy melanjutkan, di gedung barunya MRO Lion Air ini tidak hanya menangani pesawat Lion. Tetapi juga Garuda.
“Simple-nya MRO Lion ini menangani semua pesawat boeing, baik Garuda maupun Lion. Mereka kompak,” ujarnya.
Sejalan dengan peresmian MRO, juga akan diresmikan sekolah vokasi, masih di kawasan yang sama. (Aris)

News Feed