oleh

LaNyalla Dorong Produk Halal Menjadi Pendukung Utama Ekspor Jatim

-Nasional-178 views

 

Tuban – koranprogresif.co.id – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi langkah dan keberhasilan Gubernur Jawa Timur dalam menggerakkan produk halal sehingga memperoleh tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2022.

Dengan penghargaan tersebut, LaNyalla berharap Jatim mampu selangkah lebih maju dari daerah lain dalam menghasilkan produk halal dan jasa keuangan syariah sehingga kemudian sebagai pendukung utama ekspor.

“Penghargaan tersebut sebagai pemicu agar ke depan produk halal Jatim dapat dikembangkan lebih baik lagi dan menjadi sektor pendukung utama pada ekspor. Peluang ini sangat terbuka dan berpotensi
menjadi salah satu kekuatan industri Jatim,” kata LaNyalla, Jum’at (15/4/2022).

Ditambahkannya, sektor keuangan syariah di Jatim memiliki pasar yang sangat besar dan masih berpotensi dikembangkan lebih masif karena dengan ekosistem yang kuat dan besar, sektor ini bisa menjadi sektor unggulan.

“Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Tentunya sangat berpeluang untuk mendorong sekaligus mengembangkan produk halal yang memiliki nilai ekspor,” tukas dia.

“Apalagi ekosistem pengembangan produk halal dan dukungan ekosistem syariah telah terbangun di Jawa Timur,” sambungnya.

Hal ini, menurut LaNyalla, ditandai dengan banyaknya jumlah institusi/lembaga sektor keuangan mikro syariah.

Terdiri dari BMT sebanyak 626 institusi yang terdaftar secara resmi, sebanyak 1.971 koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KPPS), LKMS ada 24 institusi, Bank Wakaf Mikro sebanyak 15 institusi dengan aset sebesar Rp 64.03 miliar. Juga, koperasi total (syariah dan non syariah) sebesar 22.872 institusi resmi dengan total aset sebanyak Rp 49,59 triliun.

Diketahui Provinsi Jawa Timur meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2022 yaitu penghargaan Juara 1 Kategori Keuangan Mikro Syariah, Juara 1 Kategori Pendidikan Ekonomi Syariah dan peringkat kedua Kategori Pemberdayaan Ekonomi Pesantren. (Red).

Berita Lainnya