oleh

Kuliner Khas Lamaholot Adonara NTT di Madura Pada Hari Raya Iduladha 1441 H

Madura – koranprogresif.co.id – Kebersamaan menikmati masakan khas bagi masyarakat Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bangkalan Madura di hari raya Idul adha 2020 tepatnya dirumah salah satu tokoh senior AKP Ridwan Ama Nuen yang bertugas di Polda Jawa Timur Surabaya, Jum’at (31/7).

Jenis masakan ini jarang ditemui kecuali ada acara-acara tertentu. Loma adalah namanya dan biasanya, loma ini dihidangkan untuk acara-acara seperti pertemuan keluarga ataupun hari -hari raya keagamaan sebagai pelengkap hidangan tersebut, jagung titilah yang jadi pendamping terfamiliar buat orang Lamaholot Adonara.

Hidangan ala Adonara,
masakan loma khas Lamaholot ini bahan utamanya adalah berupa parutan kelapa yang sudah diracik dengan campuran bumbu-bumbu yang digunakan sebagai pemberi rasa.

Menurut tokoh senior, Ridwan Ama Nuen kepada wartawan media koranprogresif.co.id, Jum’at (31/07/20) bahwa, makanan ini dapat menjalin kekerabatan, meningkatkan rasa persaudaraan dan pastinya menunjukan identitas orang Adonara.

Dan saya adalah putra asli dari pulau Adonara desa Sukutokan Kecamatan Kelubagolit, namun sejak saya mendapat tugas di Surabaya Jawa Timur.dan atas berkat yang Maha Kuasa saya mendapat jodoh orang Madura, dan tinggal di Madura Bangkalan hingga saat ini.

Setiap hari raya Iduladha kami Keluarga Adonara mengunjungi kerabat, dan bersilahturami. Mungkin itu satu cara yang dilakukan orang tua agar regenerasi tidak lupa dengan kampung halaman.

Banyak hal menarik ketika kami dalam kebersamaan.
Pulau Adonara memang eksotis bukan hanya alamnya budaya lokalnya juga kharismatik apalagi kulinernya. Nilai estetika dan cita rasanya alami.

Orang Adonara pasti tau tentang jenis makanan ini. Makanan yang dimasak dengan cara loma sangat familiar karena rasanya khas dan nikmat. Loma adalah makanan yang dimasak dalam bambu dengan cara dibakar. Biasanya makanan yang dimasak dengan cara loma adalah daging ayam kampung.

Cara membuatnya pun mudah, setelah daging ayam dipotong-potong, lalu dicampur dengan kelapa yang telah di kukur. Ada juga bumbu-bumbu penyedap rasa seperti bawang merah, sereh, daun kemangi,daun jeruk, kunyit, jahe dan bumbu rempah lain.

Setelah semuanya tercampur lalu dimasukan ke dalam bambu muda yang telah dipotong setiap ruasnya. Membakarnya pun tidak menggunakan sembarang kayu. Biasanya orang Adonara membuat api menggunakan sabut kelapa (kulit luar buah kelapa). Bambu berisi daging ayam itu dijejerkan diatas perapian bara api.

Menikmati masakan loma ini paling nikmat kalau makan disantap bersama. Sensasi kenikmatannya luar biasa. Gaya makan orang Adonara juga terbilang unik.
Nikmat alami seperti inilah yang membuat orang Adonara selalu merindukan kampung halaman, ujarnya.

Menurut Hendrikus Jimy Tokan dan Jeri Kodomehak, putra asal Adonara, Daging ayam yang telah dimasak dengan cara loma lebih nikmat kalau dimakan dengan jagung titi sebagai pengganti nasi. Jagung titi adalah makanan pokok orang Adonara. Jagung titi dibuat oleh ibu-ibu. Rasanya yang unik. Sedikit keras dan renyah di mulut.
Jagung titi terbuat dari jagung tua. Dibuat dengan cara digoreng diatas periuk yang terbuat dari tanah, bukan dari besi atau aluminium. Gorengnya pun tanpa menggunakan minyak. Cukup dipanaskan, setelah itu dikeluarkan satu persatu diatas sebuah batu ceper dan agak besar, pungkas keduanya.

Acara silaturahmi Idul Adha ini tampak sukacita, sebab dalam kebersamaan mereka rasa saling menghormati toleransi antar umat beragama keluarga Adonara, memberikan sebuah contoh nilai persatuan dalam negara kesatuan republik Indonesia. (Red/Maksimus Lewogete).

News Feed