oleh

Komandan Kodikmar Kodiklatal Tutup Dikmaba XXXVIII/2 Marinir Tahap Sargolan

Surabaya – Komandan Komando Pendidikan Marinir (Dankodikmar) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal), Kolonel Marinir Sarjito seccara resmi menutup Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Marinir Angkatan ke-38 Gelombang 2 Tahap Sargolan Kejuruan Infanteri yang dilaksanakan di Lapangan Apel kesatrian Ewa Pangelela Kodikmar Gunungsari Surabaya.

Hadir dalam penutupan tersebut, para pejabat utama Kodikmar diantaranya Wadan Kodikmar, para Komandan Pusdik, para Kadep Kodikmar dilingkungan Kodikmar serta para Perwira dilingkungan Kodikmar. Selain itu hadir pula Danpuslatpasrat dan Karumkit Marinir Gunungsari.

Dalam sambutannya, Komandan Kodikmar, Kolonel Marinir Sarjito menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan para siswa dalam menyelesaikan pendidikan ini dengan baik.

Perjalanan karier saudara sebagai seorang bintara marinir akan cukup panjang dan penuh dengan tantangan, hambatan dan rintangan untuk itu perlu ketahui bahwa ke depan nantinya para prajurit akan dihadapkan pada tugas – tugas yang semakin kompleks, karena tugas seorang bintara adalah memimpin anggotanya di lapangan dan sebagai tulang punggung satuan.

Sebagai tulang punggung di kesatuan, seorang bintara diharapkan mampu menjembatani dan menjadi penghubung antara pemimpin dan anak buah.

Pada satu sisi, seorang bintara harus dapat menterjemahkan setiap kebijaksanaan pemimpin kepada anak buahnya dan pada sisi yang lain, seorang bintara juga harus dapat bertindak sebagai bapak buah bagi para bawahannya.

Lebih lanjut disampaikan, melalui pendidikan yang telah dilaksanakan selama kurang lebih delapan bulan ini, diharapkan para prajurit mampu memahami semua materi yang telah diberikan, yang tercermin dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak saudara, sebagai seorang bintara marinir yang tanggap, tanggon dan trengginas.

Menurutnya, sebagai prajurit marinir yang baru dilantik perlu terus memelihara dan meningkatkan kemampuan diri, karena marinir akan selalu menjadi salah satu korps kebanggaan TNI AL, serta senantiasa menjadi bagian integral yang tak terpisahkan dari TNI secara keseluruhan.

Hal ini berarti, jati diri, eksistensi dan kinerja anggota korps marinir pada dasarnya adalah jati diri, eksistensi dan kinerja TNI AL secara menyeluruh, dimana nama baik TNI AL setiap saat dipertaruhkan diatasnya.

“Oleh karena itu, kemampuan dan profesionalisme yang menjadi ciri khas korps marinir hendaknya dipelihara, dibina bahkan semakin dimantapkan. Sebagai prajurit yang medan penugasannya selalu dekat dengan rakyat, mengharuskan saudara untuk selalu memelihara disiplin, baik disiplin individu maupun disiplin kesatuan yang bersih dari tindakan – tindakan negatif, yang merugikan masyarakat, bangsa dan negara,” pinta Dankodikmar. (Red).

News Feed